Diduga Salah Sunat, Bocah 12 Tahun di Lhokseumawe Akhirnya Harus Operasi Lagi
Nasional

Orangtua bocah 12 tahun di Lhokseumawe menemukan ada yang aneh di organ vital sang putra usai mengikuti sunat massal. Bocah itu akhirnya harus melakukan operasi lagi karena diduga salah sunat.

WowKeren - Kejadian tak terduga dialami bocah berusia 12 tahun asal Kota Lhokseumawe usai mengikuti acara sunat massal yang digelar sebuah ikatan alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Lhokseumawe pada Minggu (27/3) lalu.

Bocah itu diduga salah sunat hingga kini akhirnya harus menjalani operasi kembali di Rumah Sakit Melati Lhokseumawe pada Senin (4/4).

Husaini, orangtua dari bocah tersebut menjelaskan bahwa tiga hari usai menjalani sunat massal, dia bersama istrinya membawa anaknya tersebut ke Puskesmas yang ada di Kota Lhokseumawe. Rencananya untuk ganti perban.
Namun sampai di Puskesmas, pihak medis menyatakan kalau anaknya tidak disunat sèhingga meminta agar dibawa kembali kepada pihak panitia. Selanjutnya Husaini pun melihat ada yang aneh di alat vital milik anaknya.

"Saat pipis sangat susah. Keluarnya tidak beraturan," ujngkap Husaini, melansir Tribunnews.com.

Melihat kondisi tersebut, Husaini pun mendatangi panitia sunat massal untuk mempertanyakan kondisi tersebut. Selanjutnya, anaknya dibawa ke seorang dokter di sebuah rumah sakit di Kota Lhokseumawe.


"Dokter tersebut mengatakan tidak apa-apa. Lalu saya tanya, dokter ini yang sunat anak saya. Bukan katanya, tapi cuma tim saja. Makanya atas dasar itu saya ngak mau konsultasi sama dokter tersebut dan saya minta ke dokter bedah lain," bebernya.

Beberapa hari kemudian, pihak panitia pun datang ke rumahnya untuk meminta agar anaknya bisa dibawa untuk perawatan lebih lanjut. Tapi pihak pantia tidak mau mempertemukan Husaini dengan dokter yang mengkhitan anaknya.

"Sehingga saya minta bertemu dengan yang khitan anaknya. Tapi panitia menyatakan tidak bisa, karena punya kode etik sendiri," ungkapnya.

Husaini lantas meminta panitia membuat surat dengan isi tiga poin, yakni mengakui adanya kesalahan teknik dan mau bertangung jawab. "Tapi panitia hanya mau satu poin yakni perawatan sampai sembuh. Sehingga saya tolak," lanjutnya.

Atas inisiatif sendiri dan dibantu kenalannya, Husain akhirnya membawa anaknya untuk menjalani operasi atau sunat lagi pada Senin (4/4). Seharusnya, menurut Husaini, bila tidak ada dugaan salah dalam sunat awal, tentunya anaknya tidak perlu dioperasi kembali.

"Dikupas kembali. Sisa kulit yang dikupas tersebut ada sama kami. Jadi atas kondisi ini kami hanya meminta kepada panitia mau mengakui adanya kesalahan teknik saat sunat awal. Itu saja," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait