Modif Mobil Agar Bisa Beli Solar Ratusan Liter, Sopir Travel di Palembang Ditangkap Polisi
Nasional

Sopir travel asal di Palmbang diamankan polisi usai terciduk beli solar dengan jumlah tak wajar memakai mobil modifikasinya. Mobil modifikasi itu bisa menampung hingga 400 liter solar.

WowKeren - Ada saja cara yang dilakukan dalam penyalahgunaan BBM jenis Biosolar. Syahrudin (43) dan Syawaludin (30) ditangkap Polrestabes Palembang Karena terlibat penyalahgunaan BBM jenis Biosolar.

Warga Indralaya, Ogan Ilir diciduk ketika sedang mengisi BBM di SPBU Tangga Takat, Minggu (3/4) lalu. Modusnya, mereka memodifikasi mobil sehingga bisa mengangkut 400 liter solar per hari. Menukar tempat duduk belakang menjadi tangki BBM.

"Mereka menggunakan modus operasi memodifikasi mobil Mitsubishi Kuda menjadi tempat penampungan Biosolarsolar. Mereka biasanya keliling mengisi solar ke sejumlah SPBU, " ujar Kapolrestabes Palembang Kombes pol Mokhammad Ngajib, Selasa (5/4).

Ngajib menjelaskan keduanya biasa berkeliling membeli solar di sejumlah SPBU Palembang dan di Ogan Ilir kemudian dijual kembali kepada pengecer. Tersangka juga tidak memiliki kelengkapan dokumen membeli biosolar dalam jumlah banyak.

"Mereka berangkat dari Ogan Ilir kemudian mendatangi SPBU, setelah penuh mereka kembali lagi ke Ogan Ilir tepatnya di Indralaya, " ungkapnya.


Tersangka terancam pasal 53 huruf B dan D UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Sementara tersangka Syahrudin saat ditanyai mengaku telah menjalankan modus tersebut selama satu bulan terakhir. Dengan menjual biosolar ia meraup untung kotor mencapai Rp 300 ribu satu hari.

"Sudah satu bulan ini, satu liter biosolar itu saya jual Rp 6 ribu ke pengecer untungnya Rp 850 perak. Kami jual ke pengecer yang ada di pinggir jalan, " ujar Syahrudin.

Sementara itu, mobil yang digunakan adalah milik Syahrudin. Pria ini sebelumnya berprofesi sebagai sopir travel Palembang - Baturaja. Karena sepi penumpang ia akhirnya memutuskan untuk menjual Bio solar. "Sepi sekarang travel pak makanya jadi jualan solar, " ujarnya.

Syawaludin juga mengakui jika ia ikut menjual biosolar dengan peran sebagai sopir mobil tersebut. Ia mendapat upah Rp 100 ribu per hari dari aktifitasnya menyopiri mobil Syahrudin.

"Keluar pagi lalu pulang sore, sehari bisa tujuh SPBU kami kelilingi. Saya dikasih Rp 100 ribu sebagai upah menjadi sopirnya, " pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait