Kebijakan one way atau skema rekayasa lalu lintas satu arah telah diterapkan selama arus mudik. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menguraikan kemacetan yang terjadi selama arus mudik Lebaran 2022.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 29 April 2022 - 19:32 WIB
WowKeren - Dalam menguraikan kemacetan selama arus mudik Lebaran 2022 beralngsung, pihak kepolisian diketahui memberlakukan skema rekayasa lalu lintas one way atau satu arah. Salah satunya diterapkan dari Gerbang Tol Cikampek Utama KM 70 sampai Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 mulai Jumat (29/4) malam.
Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan bahwa perubahan tersebut dilakukan pihaknya guna menyesuaikan tren pergerakan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Firman pun menerangkan dari hasil evaluasi pelaksanaan one way pada Kamis (28/4) kemarin malam, pihaknya mencatat ada tiga waktu favorit bagi pemudik untuk melakukan perjalanan.
Adapun ketiga waktu favorit itu adalah setelah berbuka, setelah tarawih, dan selepas sahur. "Kita besok menghadapi gelombang yang sama, tapi polanya, angkanya sudah kami lihat hari ini sampai tadi pagi," ujar Firman kepada wartawan, Jumat (29/4) sore.
"Sore ini, kami laksanakan lagi one way dari KM 47 sampai KM 414 GT Kalikangkung," lanjut Firman. Mengingat adanya waktu favorit bagi pemudik untuk melaksanakan mudik, Firman mengatakan pihaknya akan kembali menerapkan kebijakan one way mula Jumat (29/4) malam ini dengan perpanjangan waktu hingga Sabtu (30/4) besok pagi.
"Kita akan buka sore ini, kita akan lakukan clearance selama dua jam, karena ini sudah jam 17.00 mungkin jam 21.00 kita buka one way sampai besok sekitar jam 08.00 WIB," terang Firman.
Firman menerangkan hal tersebut dilakukan lantaran pihaknya masih membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk kembali melakukan sterilisasi sebelum ruas tol dapat digunakan seperti kondisi normal. Kemudian, ruas tol juga akan dioperasikan secara normal mulai dari pukul 10.00 sampai 16.00 WIB.
Kendati begitu, Firman lantas menyarankan agar masyarakat yang ingin bergerak menuju Jakarta bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan optimal. "Jadi kita akan bagi seperti itu, jadi masyarakat jangan buru-buru keluar, jam 10 saja keluar dari rumah, terutama dipastikan tidak menunggu terlalu lama seperti kemarin," jelas Firman.
Firman pun berharap dengan perhitungan yang didapat oleh pihaknya dengan membaca kecenderungan pola yang sama, nantinya bisa menjaga kelancaran lalu lintas arus mudik. Dengan begitu, juga diharapkan tidak terjadi kemacetan yang parah.
(wk/tiar)