Terjebak Macet Hingga Berjam-jam di Pelabuhan Gilimanuk, Pemudik Kesal Tak Kunjung Menyeberang
Nasional

Dalam hitungan hari, umat Islam di Indonesia akan merayakan Lebaran 2022. Sejumlah ruas jalan pun terpantau telah dipadati oleh para pemudik yang hendak menuju kampung halamannya.

WowKeren - Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran tahun 2022 ini, sejumlah ruas jalan yang biasa digunakan sebagai jalur mudik pun tampak dipadati pemudik. Kepadatan ini pun juga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Pada Sabtu (30/4) hari ini, terpantau penumpukan kendaraan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Kendaraan pemudik pun terjebak dalam antrean di lokasi hingga berjam-jam.

Adapun antrean itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA di Pelabuhan Gilimanuk yang mengular hingga ke ruas jalan. Sementara itu, salah seorang pemudik yang diketahui identitasnya sebagai Agus bahkan mengaku sudah terjebak di pelabuhan selama lima jam.

Selain dipadati oleh kendaraan pemudik, Pelabuhan Gilimanuk disebut juga dipenuhi oleh kendaraan angkutan barang seperti truk dan tronton yang mengantre hingga ke jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Akan tetapi, ratusa truk yang sempat tertahan di kantong parkir anjungan Betutu Gilimanuk itu pun kini disebut telah mengalir.


Meski demikian, masih terdapat sejumlah truk yang terjebak dalam antrean. Di samping itu, kendaraan pribadi seperti motor hingga mobil terpantau sudah mengantre sejak pukul 02.00 WITA. Untuk antrean mobil itu pun diketahui telah mengular di dua gang yang dijadikan sebagai jalur khusus.

Sementara itu, juga tampak masih ada ratusan mobil lainnya yang tertahan di area parkir kargo Gilimanuk. Selain Pelabuhan Gilimanuk, kemacetan parah juga masih terjadi di Pelabuhan Merak.

Terkait dengan penyebab kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, diduga lantaran banyak pemudik yang belum memiliki tiket saat memasuki kawasan pelabuhan, sehingga menghambat kendaraan lain masuk ke dermaga.

Pada Sabtu (30/4) hari ini dan Jumat (29/4) kemarin, kemacetan panjang itu pun terjadi hingga ke wilayah luar pelabuhan dan di dalam ruas Tol Tangerang-Merak. Tak hanya itu, bahkan juga menjalar belasan kilometer ke jalan arteri di Cilegon.

"Bukan proses ticketing, tapi mereka belum ada tiket, jadi ketika mereka belum punya tiket, akhirnya mereka menghambat kendaraan yang di belakangnya," tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin dalam keterangannya di Pelabuhan Merak, Jumat (29/4).

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait