Jumlah tersebut dicatat PT Jasa Marga (Persero) dan terbagi ke dalam beberapa arah, yakni timur (Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Sukabumi, Cianjur, dan sebagainya).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 Mei 2022 - 12:23 WIB
WowKeren - Sebanyak 1,7 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) pada periode H-10 hingga H-1 Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Jumlah tersebut dicatat PT Jasa Marga (Persero) dan terbagi ke dalam beberapa arah, yakni timur (Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Sukabumi, Cianjur, dan sebagainya).
Menurut Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, jumlah tersebut merupakan rekor arus mudik tertinggi selama Lebaran. Dibandingkan pada Idul Fitri 2019 atau sebelum pandemi COVID-19 melanda, angka tersebut naik 9,5 persen.
"Sedangkan, jika dibandingkan dengan lalu lintas normal pada periode November 2021 yang merupakan lalu lintas tertinggi saat pandemi, 1,7 juta kendaraan yang melintas di periode mudik tahun ini naik 18,6 persen," papar Heru dalam keterangannya, Selasa (3/5).
Menurut Heru, arah yang paling banyak dituju adalah ke timur via Tol Trans Jawa. Sebanyak 53,8 persen dari total pemudik mengarah ke Tol Trans Jawa.
"Sementara itu 27,6 persen menuju arah Merak dan 18,7 persen menuju arah Puncak," jelasnya.
Lebih lanjut, Heru mengimbau masyarakat yang mudik untuk mengatur waktu kembali ke wilayah Jabodetabek. Mengingat periode arus balik memiliki waktu yang lebih singkat dibanding arus mudik.
"Jika semua orang merencanakan pulang di akhir libur panjang, seperti tanggal 6, 7 dan 8 Mei 2022, maka peningkatan lalu lintas serentak secara bersama-sama ini harus diantisipasi oleh pengguna jalan," terangnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah memberikan imbauan senada. Untuk menghindari penumpukan kendaraan, Jokowi meminta masyarakat untuk tidak serentak pulang ke wilayah domisilinya pada 7 dan 8 Mei.
"Jangan semuanya nanti kembali arus baliknya semuanya di hari Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5), pasti akan terjadi titik-titik kemacetan, terutama di tol, maupun di jalan nasional, maupun di Merak-Bakauheni," jelasnya.
Di sisi lain, Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan antisipasi puncak arus balik mulai 6 Mei. Ia berpesan agar para pemudik tidak perlu berebut untuk masuk ke Jakarta pada arus balik nanti.
(wk/Bert)