Sambangi Korban Pasar Gembrong yang Kebakaran, Anies Baswedan Sebut Revitalisasi Dimulai Pekan Depan
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Seperti yang diketahui, kebakaran di Pasar Gembrong itu terjadi pada 24 April 2022 lalu. Pemadam kebakaran pun mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 450 keluarga atau sekitar seribu jiwa.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, sebuah kebakaran terjadi di Pasar Gembrong, Jakarta Timur (Jaktim). Atas peristiwa nahas ini, total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Sementara itu, di momen Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak menyambangi warga korban kebakaran Pasar Gembrong. Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Gembrong yang terbakar itu akan dimulai pada pekan depan.

Adapun revitalisasi tersebut akan dilaksanakan secara estafet melibatkan semua pihak. "Insya Allah pengerjaan revitalisasi kawasan ini segera dilaksanakan secara estafet mulai minggu depan, dengan menggelar koordinasi serta kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basnas Bazis DKI, Forkompinda, perwakilan warga, juga pihak swasta," ujar Anies dalam unggahannya di Instagramnya, @aniesbaswedan, dilihat Rabu (4/5).


Lebih lanjut, Anies mengatakan bahwa nantinya revitalisasi bangunan akan menyesuaikan dengan kontur kawasan. Kemudian, ia juga menyebut nantinya akan ada sejumlah peralatan pemadan api ringan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Dengan demikian, warga yang terdampak kebakaran, dapat kembali menempati hunian yang lebih baik," terang Anies. Kemudian, Anies menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan pendampingan edukasi kepada warga terkait konsep lingkungan sehat dan asri.

Anies lantas berharap warga yang terdampak kebakaran itu nantinya bisa memiliki kebiasaan hidup baru, terutama dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran. Terkait dengan revitalisasi, ia menuturkan nantinya tidak hanya dilakukan pada fisik bangunan, tetapi juga akan mendampingi warga untuk memahami konsep lingkungan yang sehat dan asri.

"Seperti sanitasinya, pencahayaan, ketersediaan sumur resapan, mitigasi kebencanaan dan faktor manajemen lingkungannya," jelas Anies. "Sehingga saat mereka menempati kawasan yang sudah direvitalisasi, mereka memiliki gaya hidup dan kebiasaan baru, khususnya untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait