Demo penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru di Papua dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat. Aparat kepolisian pun hingga kini terus bersiaga melakukan antisipasi.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 10 Mei 2022 - 17:30 WIB
WowKeren - Demo dilakukan oleh sejumlah elemen mahasiswa dan kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Petisi Rakyat Papua (PRP). Mereka menolak otonomi khusus jilid 2 dan pemekaran Dearah Otonomi Baru (DOB). Polres di wilayah Papua pun kini berstatus siaga mengantisipasi unjuk rasa besar-besaran yang digelar untuk menolak DOB pada Selasa (10/5) dan Rabu (11/5) besok.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan bahwa instruksi itu dikeluarkan langsung oleh Kapolda Papua melalui surat telegram kepada jajarannya.
"Jadi siap siaga. Karena jangan sampai, kami sudah arahkan masing-masing jajaran untuk tetap siaga mengantisipasi adanya unjuk rasa. Dari hasil laporan tadi, hanya empat atau lima Polres yang dilakukan (siaga)," ujar Kamal saat dikonfirmasi, Selasa (10/5).
Adapun lima Polres yang turut mengamankan unjuk rasa berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Deiyai. Kamal menyebutkan bahwa kepolisian melakukan upaya itu untuk mencegah kericuhan seperti pada 2019 lalu. "Kejadian 2019 jangan sampai terjadi lagi," tegasnya.
Dari hasil penyelidikan awal Kamal menyebut diduga terdapat sejumlah pihak yang berencana untuk menyusupi demonstrasi tersebut. Polisi juga turut mengamankan beberapa orang di wilayah Jayapura. Tapi Kamal belum dapat menyampaikan informasi yang lebih rinci soal jumlah orang yang ditangkap itu.
"(Diamankan) Ke Polersta, Polda hanya membackup saja. Itu terkait unjuk rasa atau UU ITE kami masih dalami lebih lanjut," ucap Kamal.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam dan atribut bermotif Bintang Kejora saat melakukan razia penyekatan demonstrasi menolak daerah otonomi baru (DOB Papua) di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Kapolres Jayapura AKBP, Fredrickus W.A Maclairimboen mengatakan penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa yang hendak melakukan demonstrasi.
"Ada tiga titik yang kami tempatkan personel untuk penyekatan arus massa yang hendak mengikuti demonstrasi, selain itu ada dua titik lagi yang melaksanakan razia di antaranya di depan Puspenka Hawai Sentani dan di depan Mapolsek Sentani Timur," ungkap Fredrickus.
"Dari kedua titik razia tersebut kami berhasil mengamankan beberapa senjata tajam, atribut bintang kejora dan motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan," pungkasnya.
(wk/amel)