Usai 2 Tahun Tak Digelar Secara Terbuka, Pesta Kesenian Bali Akan Dibuka Jokowi Pada 12 Juni 2022
Unsplash/Mathis Jrdl
Nasional

Pada tahun 2020, PKB tidak digelar lantaran pandemi COVID-19. Sementara di tahun 2021, telah kembali digelar namun secara daring melalui layanan siaran langsung atau live streaming.

WowKeren - Dalam dua tahun terakhir, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum menunjukkan perbaikan. Namun kini, di tahun 2022, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia telah jauh lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah.

Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang telah membaik, maka Pesta Kesenian Bali (PKB) akan kembali digelar secara langsung. Bahkan PKB yang melibatkan setidaknya 16.500 seniman itu akan digelar pada 12 Juni 2022 mendatang dan bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Terkait hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha. "Sampai kemarin, tetap agendanya Bapak Presiden akan hadir dan sudah diagendakan," ujar Arya Sugiartha saat dikonfirmasi mengenai persiapan PKB XLIV tahun 2022, Selasa (7/6).

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2020 lalu, pesta kesenian tersebut tidak digelar dikarenakan pandemi COVID-19. Kemudian pada tahun 2021, telah kembali digelar namun secara daring melalui live streaming. Sementara di tahun 2022 ini, pesta kesenian tersebut akan kembali digelar secara terbuka.

"Cuma satu tahun 2020 (tidak digelar), karena COVID-19, dan 2021 ada, tapi cuma live streaming, tanpa penonton dan penontonnya di luar pakai media sosial," beber Arya.


Adapun acara pembukaan PKB 2022 nantinya dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala (Renon) Denpasar, Bali. Kemudian untuk penutupannya akan digelar pada 10 Juli mendatang di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar.

Meski sudah digelar secara terbuka, namun kata Arya, akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kemudian para seniman juga harus sudah divaksin booster, lalu penonton juga diwajibkan memakai masker.

"Ada aplikasi PeduliLindungi yang harus di-download dan di-scan ketika masuk ke area pertunjukan," jelas Arya.

Kemudian, untuk di venue utamanya, Arya mengatakan ada di Art Center, Denpasar, dan selama perhelatan kesenian berlangsung, para penonton yang akan melihat di dalam gedung hanya 75 persen dan wajib prokes. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kerumunan.

"Kita imbau penonton agar tidak berkerumun, kalau di luar orang kan boleh tidak pakai masker," papar Arya. "Tapi kalau di gedung-gedung kita akan batasi, paling-paling gedung kita isi 75 persen atau sesuai kondisi di lapangan."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait