Alasan Bos Pukul Bawahan di Kantor Pajak Bekasi Terungkap, DJP Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan
Unsplash/Dan Burton
Nasional

Insiden pemukulan itu terjadi pada Senin (6/6) lalu. Menurut pihak kepolisian, insiden pemukulan itu bermula kala bawahan berinisial DH diberi pekerjaan oleh atasannya yang berinisial MAZ.

WowKeren - Seorang pegawai di Kantor Pajak Pratama, Jalan Sersan Aswan, Keluharan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, dilaporkan sempat memukul bawahannya. Insiden itu terjadi pada Senin (6/6) lalu.

Menurut pihak kepolisian, insiden pemukulan itu bermula kala bawahan berinisial DH diberi pekerjaan oleh atasannya yang berinisial MAZ. "Pelaku memberikan pekerjaan kepada korban tentang survei dan diberikan tenggat waktu sampai Senin," ungkap Kapolsek Bekasi Timur Ajun Komisaris Polisi Ridha Aditya kepada Kompas.com, Selasa (7/6).

DH kemudian dipanggil pelaku pada saat tenggat waktu tiba dan ditanyai soal pekerjaan tersebut. Pada kesempatan tersebut, korban mengatakan bahwa pekerjaannya sudah selesai dan ia bahkan menunjukkan bukti hasil pekerjaannya.

Namun pelaku disebut menganggap korban belum mengerjakan pekerjaan yang diberikannya tersebut. Pelaku juga sempat bertanya soal sambungan telepon korban yang tidak aktif.

"Pelaku menanyakan kepada korban, kenapa pada pada hari Sabtu dan Minggu (korban) ditelepon tidak bisa (aktif) dan pelaku juga menuduh bahwa korban memberikan nomor palsu di data kepegawaian," jelas Ridha.

Terkait pertanyaan MAZ, DH menjelaskan bahwa nomor tersebut merupakan milik istrinya. Namun pelaku yang tidak terima dengan penjelasan tersebut langsung memukul korban.

"Pelaku masih tidak terima penjelasan korban. Kemudian ketika korban membalikkan badan untuk pergi, tiba-tiba dipukul sekali oleh pelaku menggunakan tangan kanan," paparnya.


Korban kemudian tersungkur dan dilaporkan mengalami luka pada rahang sebelah kiri. Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman terhadap saksi.

"Saksi yang melihat langsung membawa ke RS Mitra Keluarga Timur untuk memberikan pertolongan," jelasnya. "Belum (ditangkap). Sementara masih tahap proses pemeriksaan saksi-saksi dulu."

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah buka suara terkait insiden pemukulan yang viral tersebut. DJP menyayangkan kejadian itu dan memastikan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan saat bekerja.

"Selain menyayangkan, kami nyatakan bahwa kami tidak menoleransi kekerasan," tutur Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor Neilmaldrin dilansir detikcom.

Unit kepatuhan DJP disebut tengah menangani insiden tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Selain itu, DJP juga akan menyiapkan sanksi kepegawaian.

"Kami telah menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan, dan bila sudah ada hasilnya akan ditindaklanjuti dengan penerapan sanksi kepegawaian," tukasnya

Adapun korban pemukulan itu kini telah ditangani dan dirawat dengan baik. Kondisi korban juga disebut sudah membaik.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait