Gempa M 5,8 di Mamuju, Peserta Bintara Polri Terluka Kena Runtuhan Gedung-Warga Panik Berhamburan
iStockphoto
Nasional

Gempa M 5,8 ini rupanya membuat plafon bangunan Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat ambruk. Akibatnya, sejumlah calon siswa Bintara Polri dilaporkan terluka terkena runtuhan bangunan.

WowKeren - Wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, digoncang gempa bumi dengan magnitudo 5,8 pada Rabu (8/6) hari ini. Gempat terjadi sekitat pukul 12.32 WIB

"Tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG di akun media sosialnya.

Gempa M 5,8 ini rupanya membuat plafon bangunan Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat ambruk. Akibatnya, sejumlah calon siswa Bintara Polri dilaporkan terluka terkena runtuhan bangunan.

Menurut Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, ratusan pendaftar calon bintara berada di dalam gedung tersebut kala gempa terjadi. Pasalnya, gedung tersebut dijadikan tempat tes para pendaftar.

"Beberapa luka-luka, tapi korban jiwa tidak ada," ungkap Syamsu kepada Kompas.com.

Para korban kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju. Di sana mereka mendapatkan perawatan.


Sementara itu, saksi mata sekaligus Katim Pelaksana Kegiatan, Iptu Komang Indra Widyantara, mengungkapkan bahwa ada 144 orang peserta di dalam gedung kala gempa terjadi. Mereka sedang mengikuti pemeriksaan jiwa kala gempa tiba-tiba menggoncang.

"Saat kejadian sementara berlangsung kegiatan pemeriksaan jiwa kepada peserta Bintara Polri," jelas Iptu Komang.

Gempa tersebut membuat plafon bangunan roboh dan pintu kaca pecah. Seluruh peserta dan panitia pun lari menyelamatkan diri pada saat kejadian.

"Namun dari 144 peserta, sebagain besar dalam kondisi baik ada beberapa yang luka. Ada enam terluka karena terkena reruntuhan atap dan pecahan kaca," paparnya. "Sementara dirawat masih penanganan awal. Sampai saat ini ada enam orang mendapat perawatan awal."

Di sisi lain, gempa ini juga membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Salah seorang warga bernama Nasrah mengaku panik dan gemetar akibat goncangan tersebut.

"Sampai sekarang masih gemetar, tadi saat gempa terjadi lagi berada di rumah teman acara aqiqah, seketika orang-orang panik dan keluar rumah," tuturnya kepada SINDOnews.

Sedangkan warga lain bernama Fitri mengaku lari dari rumah makan dan merasa syok karena gempa tersebut. "Saya ikut lari karena melihat bangunan goyang, sambil berteriak gempa," ungkapnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait