Polisi berhasil menangkap pelaku yang simpan 7 mayat hasil aborsi di kotak makan di Makassar. Alasan pelaku menyimpan ketujuh mayat janin bayi itu pun turut terbongkar.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 10 Juni 2022 - 10:16 WIB
WowKeren - Kasus penemuan 7 mayat bayi hasil aborsi dalam sebuah rumah kos di Makassar semakin menemui titik terang. Apalagi setelah kedua tersangka berhasil ditangkap pihak kepolisian.
Diketahui bahwa penyimpan tujuh mayat bayi di dalam kotak makan, NM dan kekasihnya ternyata melakukan aborsi sebanyak tujuh kali dari tahun 2012 hingga tahun 2017 silam. Terungkap pula alasan NM memilih untuk menyimpan bayi-bayinya itu ketibang menguburkan mereka. Kedua pelaku sengaja menyimpan jasad bayi tersebut karena memiliki rencana memakamkannya di Tana Toraja setelah pasangan tersebut menikah.
"Janjinya setelah mereka menikah baru mayat bayi akan dikuburkan di kampungnya perempuan di Toraja," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, Kamis (9/6).
NM nekat melakukan aborsi setelah dijanjikan oleh pasangannya untuk menikah. Sayangnya, pernikahan itu tak terjadi hingga kini dan perbuatan aborsi tersebut terus dilakukan kedua tersangka dari sejak 2012 hingga tahun 2017.
"Karena hamil di luar nikah dan malu sama keluarga akhirnya sepakat untuk digugurkan dengan perjanjian bahwa nanti akan dinikahi. Ternyata di tahun berikutnya hamil lagi kemudian digugurkan lagi dan berjanji akan dinikahi lagi sampai dengan 2017. Itulah sebabnya, kenapa janinnya itu selalu dimasukkan ke dalam boks plastik lalu dibungkus kardus kemudian dilakban," jelas Reonald.
NM melakukan aborsi bersama kekasihnya hanya menggunakan jamu dan obat medis. Proses aborsi yang dilakukan kedua tersangka ini, sebut Reonald, terjadi di lokasi berbeda. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan alat aborsi di dalam kamar kos tersangka.
"Tersangka melakukan aksi aborsi hanya berdua dengan meminum jamu dan memasukkan obat medis ke dalam kemaluannya. Alat (aborsi) sampai saat ini kita belum temukan," ungkap Reonald.
Reonald turut mengungkap kondisi ketujuh bayi yang disimpan di dalam kotak makan tersebut. Ada empat yang tersisa kerangka tengkoraknya. Namun, akan dilakukan tes DNA untuk mensinkronisasikan seluruh jasad bayi itu dengan kedua tersangka. Saat ini, para tersangka masih dalam perjalanan ke Makassar usai ditangkap di Konawe, Sulawesi Tenggara dan di Tana Bumbu.
"Jasad bayi itu empat sudah menjadi tengkorak sementara yang lainnya sudah seperti tanah atau debu," pungkasnya.
(wk/amel)