Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa sudah ada 22 negara yang kini mulai menghentikan ekpsor pangan. Indonesia pun kini ikut diminta untuk hati-hati.
- Amelia Nur Fatimah
- Minggu, 12 Juni 2022 - 17:50 WIB
WowKeren - Tak hanya Indonesia, rantai pasokan pangan dunia kini tampaknya tengah terancam. Sejumlah negara pun telah melakukan penghentian ekspor terhadap komoditas pangan mereka. Kini tercatat sudah 22 negara menghentikan ekspor komoditas pangan.
Hal itu diungkap oleh Presiden Joko Widodo. Karena itu, Presiden Jokowi pun mengingatkan Indonesia untuk hati-hati.
"Hati-hati yang namanya urusan pangan, produksi pangan. Sekarang negara-negara dulu bulan Januari baru tiga negara yang stop ekspor bahan pangannya, sekarang sudah 22 negara tidak ekspor bahan pangannya," kata Jokowi kepada para relawan dalam Acara Silaturahmi Tim Tujuh Relawan Jokowi di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (11/6).
Jokowi menjelaskan bahwa puluhan negara tersebut menghentikan ekspor komoditas pangannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satunya adalah India. Negara itu menangguhkan ekspor gandum untuk melindungi kebutuhan dalam negeri dan menekan inflasi pangan.
Langkah larangan ekspor ini diambil saat dunia sedang mengalami kelangkaan bahan pangan seperti gandum. Hal ini diakibatkan oleh perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, dua negara yang juga termasuk produsen gandum terbesar dunia.
Oleh karenanya, Jokowi pun mewanti-wanti posisi Indonesia yang masih harus mengimpor gandum serta sejumlah komoditas lainnya. Di antaranya seperti jagung dan kedelai.
Namun untuk komoditas beras, sebagai bahan pangan utama, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Indonesia patut bersyukur. Pasalnya sudah tiga tahun terakhir Indonesia tidak lagi mengimpor beras.
"Hati-hati yang urusan beras, biasanya kita impor 2 juta ton, sudah tiga tahun ini kita tidak impor beras sama sekali. Ini patut kita syukuri, berkat tadi bendungan yang sudah kita bangun," pungkas Presiden Jokowi.
Jokowi juga menambahkan bahwa sistem irigasi untuk pangan didukung oleh pembangunan bendungan. Dari target 65 bendungan, ini Indonesia telah menyelesaikan 29 bendungan yang terealisasi.
Indonesia sendiri sebelumnya juga diketahui sempat melakukan kebijakan larangan ekspor minyak dan CPO. Hal itu juga untuk mengatasi kelangkaan pasokan minyak goreng di Tanah Air. Tapi kini Jokowi diketahui telah membuka kembali ekspor CPO.
(wk/amel)