Pengacara Pemerintah Filipina Tewas Ditembak Saat Naik Uber di AS
Unsplash/Paul Hanaoka
Dunia

Konsulat Jenderal Filipina di New York, Elmer Cato, mengonfirmasi bahwa pengacara John Albert Laylo adalah korban dari insiden penembakan acak di Philadelphia.

WowKeren - Seorang pengacara pemerintah untuk Filipina tewas ditembak saat bepergian menggunakan Uber. Pihak berwenang dan pejabat mengatakan jika pengacara tersebut sedang dalam perjalanan ke bandara Philadelphia saat insiden itu terjadi.

Pada Minggu (19/6), Konsulat Jenderal Filipina di New York, Elmer Cato, mengonfirmasi melalui akun media sosialnya bahwa pengacara John Albert Laylo adalah korban dari insiden penembakan acak di Philadelphia sehari sebelumnya. Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/6) pagi, ketika Laylo dan ibunya, Leah Bustamante Laylo melakukan perjalanan dengan Uber dari University City ke Bandara Internasional Philadelphia.

Namun tiba-tiba tembakan dilepaskan menuju ke arah kendaraan yang ditumpanginya. Menurut penyelidikan awal terungkap bahwa Laylo dan ibunya kembali ke rumah setelah perjalanan ke Amerika Serikat.

Mereka dihentikan di lampu merah ketika sebuah mobil hitam, melaju di belakang Uber dan seorang penembak melepaskan tembakan. Mobil itu kemudian berhenti di samping Uber dan lebih banyak tembakan dilepaskan, kata polisi.


Laylo ditembak di bagian belakang kepala dan petugas yang menangani membawanya ke Penn Presbyterian Medical Center, sebagaimana dilaporkan oleh NBC Philadelphia. Cato mengatakan Laylo sempat diberi bantuan untuk menyambung nyawanya, tetapi pihak berwenang kemudian mengatakan dia dinyatakan meninggal pada pukul 10:33 pagi hari Minggu waktu setempat.

Pihak berwenang mengatakan bahwa saat ini polisi sedang mencari pria bersenjata yang merupakan tersangka penembakan itu. Hingga kini, masih belum diketahui penyebab pasti penembakan tersebut.

Sementara itu, menurut pelacak kekerasan senjata di kota yang dijalankan oleh Pengendali Kota Rebecca Rhynhart, ada 229 kasus pembunuhan di Philadelphia tahun ini. Jumlah itu turun 9 persen dari tahun 2021.

Seorang pengacara hak asasi manusia dan mantan profesor Laylo, Chel Diokno, mengatakan dia benar-benar sedih mendengar mantan muridnya meninggal.

"Belasungkawa terdalam saya untuk keluarga dan orang yang dicintainya. Saya berdoa semoga mereka menemukan kenyamanan selama masa duka ini," katanya. "Saya juga berharap keadilan akan ditegakkan kepada siapa pun yang berada di balik pembunuhan mengerikan ini."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait