Film mengenai Marcel, seekor makhluk kecil bercangkang yang menggemaskan setinggi satu inci yang hidup penuh warna bersama neneknya Connie mendapat ulasan hangat.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 27 Juni 2022 - 12:31 WIB
WowKeren - Salah satu situs yang kerap dijadikan sebagai referensi untuk menilai apakah sebuah film bagus untuk ditonton atau tidak adalah Rotten Tomatoes. Semakin tinggi skornya, maka semakin baik ulasan yang diterima untuk film tersebut.
Setelah pembukaannya pada tanggal 24 Juni, "Marcel the Shell with Shoes On" telah mencetak skor sempurna 100 persen di Rotten Tomatoes. Pemirsa dan kritikus sama-sama telah jatuh cinta pada cangkang kecil di dunia besar.
FIlm itu bercerita mengenai Marcel, seekor makhluk kecil bercangkang yang menggemaskan setinggi satu inci yang hidup penuh warna bersama neneknya Connie dan hewan peliharaan mereka, Alan. Setelah menjadi bagian dari komunitas kerang yang luas, mereka sekarang hidup sendiri sebagai satu-satunya yang selamat dari tragedi misterius.
Marcel memulai perjuangan untuk menemukan keluarganya yang telah lama hilang. Marcel memiliki jutaan penggemar yang bersemangat berkat video singkat yang diunggah oleh seorang pembuat film dokumenter yang menemukannya.
"Dibutuhkan setidaknya 20 cangkang untuk punya sebuah komunitas," kata Marcel dalam film tersebut. "Sepupuku tertidur di dalam saku dan itulah kenapa aku tidak suka pepatah yang mengatakan, 'semuanya keluar saat dicuci' karena terkadang tidak seperti itu."
"Sebuah dongeng jenaka dan mengharukan tentang belajar meninggalkan cangkang kita untuk menemukan kebahagiaan di antara orang-orang dan dunia di sekitar kita," kata Rene Shanchez yang memberikan ulasannya.
"Sepotong animasi yang unik dan dibuat dengan susah payah oleh Slate dan Fleischer-Camp ini layak ditonton untuk seluruh keluarga. Ini adalah satu inci yang memenuhi layar dengan presentasi yang menawan," puji Linda and Al Lerner.
Debut layar lebar "Marcel The Shell With Shoes On" dibuka dengan angka 170.000 dolar di enam layar di New York dan LA pada Jumat (24/6). Perri Nemiroff dari Collider menyebut film ini "menghasilkan perasaan hangat yang Anda rasakan melalui tulisan yang luar biasa, dan apa yang terasa seperti keinginan yang dalam dan sangat tulus untuk membawa kebahagiaan dan harapan kepada dunia."
(wk/zodi)