Euforia parade Kemerdekaan Amerika yang berlangsung pada 4 Juli 2022 lalu, berubah mencekam setelah terjadi penembakan. Tersangka penembakan tersebut pun telah ditangkap dan diamankan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 06 Juli 2022 - 09:52 WIB
WowKeren - Pada perayaan Parade Kemerdekaan Amerika, Senin (4/7), terjadi sebuah insiden penembakan. Akibatnya, enam orang dinyatakan meninggal dan puluhan orang terluka. Tersangka penembakan pun kini telah ditangkap.
Atas penangkapan tersangka penembakan, penegakan hukum Illinois mengatakan bahwa penembakan massal yang terjadi di sebuah komunitas dekat Chicago, Illinois selama perayaan Hari Kemerdekaan AS adalah "terencana". Penyerang pun dicurigai membeli senapan yang digunakan dalam penembakan "secara sah" dan mengenakan pakaian wanita untuk menghindari deteksi.
Pihak berwenang sebelumnya diketahui telah menangkap satu-satunya tersangka yang beridentitas sebagai Robert Crimo (21). Crimo diduga menembak ke arah kerumunan penonton parade di Highland Park pada 4 Juli, menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 30 orang. Adapun komunitas ini berjarak sekitar 40 Km utara dari pusat Chicago.
Juru Bicara Satuan Tugas Kejahatan Besar Lake County, Chris Covelli mengungkapkan bahwa Crimo telah merencanakan serangan tersebut selama beberapa minggu. "Dia membawa senapan bertenaga tinggi ke parade ini," ujar Covelli dalam konferensi pers, dilansir melalui Al Jazeera, Rabu (6/7).
"Dia mengakses atap sebuah bisnis melalui tangga darurat dan mulai menembaki para pengunjung perayaan Hari Kemerdekaan yang tidak bersalah," lanjut Covelli. "Selama serangan itu, Kejahatan mengenakan pakaian wanita," yang diyakini penyelidik menyembunyikan tato wajahnya dan membantu pelariannya."
Lebih lanjut, Covelli menduga bahwa Crimo telah menembakkan lebih dari 70 peluru melalui senapan yang digunakannya ke kerumunan orang yang tidak bersalah. Ia juga mengungkapkan bahwa pada April tahun 2019 lalu, rupanya Crimo sempat melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini didapat berdasarkan polisi pada saat itu.
Kemudian, pada September 2019, anggota keluarga melaporkan ke polisi bahwa Crimo mengancam akan membunuh anggota keluarga. Alhasil, polisi pun menyita 16 pisau, belati, dan pedang disita dari Crimo. Namun rupanya Crimo dapat membeli banyak senjata api secara legal setelah insiden itu.
Covelli menerangkan bahwa aparat penegak hukum meyakini tidak ada orang lain yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut. Menurutnya, aparat penegak hukum memastikan bahwa Crimo keluar dari tempat kejadian dengan membaur dengan kerumunan yang melarikan diri.
Tersangka saat ini telah ditahan, namun belum didakwa dengan kejahatan, dan Covelli mencatat bahwa motif serangan itu belum ditetapkan. Covelli menyampaikan masih belum jelas apa motif Crimo melakukan penembakan tersebut.
(wk/tiar)