Meski telah menyatakan akan mengundurkan diri, Boris Johnson mengaku akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga Partai Konservatif memilih penggantinya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 07 Juli 2022 - 21:32 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (7/7) hari ini. Di luar Downing Street Nomor 10, Johnson berdiri dan mengakui bahwa partainya ingin ia pergi.
Politisi berusia 58 tahun tersebut terlibat dalam berbagai skandal. Salah satunya adalah mengangkat politisi yang dituduh melakukan pelanggaran seksual.
Meski telah menyatakan akan mengundurkan diri, Johnson mengaku akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga Partai Konservatif memilih penggantinya. Johnson mengatakan bahwa jadwal proses pemilihan tersebut akan diumumkan minggu depan. Banyak orang di Partai Konservatif yang ingin Johnson segera pergi sebelum itu.
Setelah skandal terbarunya, Johnson ngotot tetap menduduki jabatannya dan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ia memiliki "mandat kolosal" dari para pemilih dan bermaksud untuk melanjutkan urusan pemerintahan. Namun Johnson terpaksa mengakui kekalahannya pada hari ini usai Nadhim Zahawi selaku Kepala Keuangan yang baru diangkat sekaligus salah satu sekutu terdekat sang perdana menteri secara terbuka memintanya mengundurkan diri demi kebaikan negara.
"Dalam beberapa hari terakhir, saya mencoba meyakinkan rekan-rekan saya bahwa akan menjadi eksentrik untuk mengubah pemerintahan ketika kami memberikan begitu banyak dan ketika kami memiliki mandat yang begitu luas," kata Johnson. "Saya menyesal tidak berhasil dalam argumen itu, dan tentu saja menyakitkan untuk tidak dapat melihat begitu banyak ide dan proyek saya sendiri."
Diketahui, sekitar 50 pejabat mulai dari sekretaris kabinet, menteri, hingga pejabat tingkat rendah telah mundur dari pemerintah selama beberapa hari. Mereka seringkali mengecam Johson karena kurangnya integritas. Pengunduran diri massal tersebut telah menghentikan urusan beberapa komite parlemen karena tidak ada menteri yang tersedia untuk berbicara atas nama pemerintah.
"Sekarang jelas keinginan Partai Konservatif parlemen bahwa harus ada pemimpin baru partai itu dan karena itu perdana menteri baru," ujar Johnson.
Pengunduran diri Johson akan memulai kontestasi kepemimpinan baru selama beberapa bulan mendatang. Di mana sejumlah tokoh seperti Rishi Sunak, Ben Wallace, Liz Truss, Sajid Javid, Penny Mordaunt, Jeremy Hunt, Tom Tugendhat, Suella Braverman kemungkinan akan berdiri untuk menjadi perdana menteri Inggris.
(wk/Bert)