Jerome Polin rupanya ikut menanggapi soal insiden penembakan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Jerome Polin mengaku begitu syok karena mengetahui tentang ini.
- Dessy Novitasari
- Sabtu, 09 Juli 2022 - 14:16 WIB
WowKeren - Jerome Polin rupanya ikut menanggapi soal kabar penembakan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Jerome Polin menyampaikan duka mendalam terkait kabar penembakan Shinzo Abe tersebut.
Melalui Instagram Story, Jerome Polin mengungkapkan bahwa ia begitu terkejut saat mengetahui berita penembakan tersebut. "Shock banget lihat berita kalau ex perdana menteri Jepang, Shinzo Abe ditembak, gila serem banget woy," tulis Jerome Polin pada Jumat (8/7) kemarin.
Perasaan terkejut itu bukan tanpa alasan. Jerome Polin merasa syok karena kasus penembakan di Jepang sangat jarang terjadi. Terlebih lagi, pistol tak dilegalkan di Jepang.
"Btw di Jepang tuh pistol enggak legal sebenernya, dan kasus penembakan tuh jarang banget. Ngeri banget," ungkap Jerome Polin.
Di unggahan selanjutnya, Jerome Polin membagikan video detik-detik penembakan Shinzo Abe yang didapatnya dari Twitter. "Dapet video dari Twitter, gila serem banget," tutur Jerome Polin.
Pasca insiden ini, Jerome Polin mengaku kembali disadarkan bahwa hidup dan mati hanya Tuhan yang mengetahuinya. Jerome Polin pun mengingatkan kepada para pengikutnya di Instagram untuk selalu menggunakan waktu sebaik-baiknya selama masih hidup.
"Hari ini kembali didasarkan bahwa hidup-mati, bener-bener cuma Tuhan yang tahu. Kita harus menggunakan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Selama kita masih diberikan kehidupan," pungkas Jerome Polin.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Perdana Menteri Shinzo Abe ditembak di jalanan kota Nara, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat. Setelah insiden tersebut, Abe dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans yang kemudian dilanjutkan dengan helikopter medis di Nara Medical University. Kematian Abe diumumkan pukul 05.03 sore waktu setempat.
Pihak dokter mengungkapkan sudah merawat Abe selama empat setengah jam, tetapi ia sudah mengalami henti jantung saat tiba di rumah sakit. Menurut pernyataan dokter, mantan Perdana Menteri Jepang itu meninggal karena pendarahan yang berlebihan. Peluru yang membunuhnya telah menembus cukup dalam untuk mencapai jantungnya.
(wk/dess)