Omicron BA.2.75 Sudah Terdeteksi di Indonesia, dari Importer Case Maupun Transmisi Lokal
Pixabay/neeolam279
Nasional

Peringatan mengenai kehadiran Omicron BA.2.75 di Indonesia kini terbukti. Kementerian Kesehatan RI melaporkan sudah ada 3 orang di Indonesia yang telah terdeteksi terinfeksi Omicron subvarian BA.2.75.

WowKeren - Belum selesai menghadapi serangan Omicron BA.4 dan BA.5, Indonesia kini kedatangan subvarian COVID baru. Kasus Omicron subvarian BA.2.75 kini telah terdeteksi di Indonesia.

Informasi itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Terungkap bahwa sejauh ini sudah ada 3 kasus subvarian Omicron BA.2.75 yang terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan melaporkan telah mendeteksi kasus subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia. Kabar ini disampaikan oleh

"Baru terdeteksi pada Minggu, 17 Juli. Ada tiga subvarian subvarian BA.2.75," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Mohammad Syahril melalui pesan singkat, Senin (18/7) melansir Detik.com.

Tiga kasus tersebut terdiri dari dua perempuan serta satu laki-laki. Ketiga kasus tersebut ditemukan di Bali dan Jakarta dengan detail seperti berikut:

1. Kasus dideteksi di Bali (WNA), perempuan


2. Kasus dideteksi di Jakarta (WNI), perempuan dan laki-laki

Syahril juga mengungkap bahwa ketiga kasus tersebut merupakan imported case dan transmisi lokal. Satu kasus di Bali merupakan imported case dari seorang WNA. Sementara kasus di Jakarta diketahui merupakan kasus transmisi lokal setelah dilakukan penyelidikan.

"Yang di Bali iya (imported case). Yang di Jakarta transmisi lokal," pungkas Mohammad Syahril.

Sebelumnya, pihak Kementerian Kesehatan juga telah mewanti-wanti ancaman kehadiran Omicron BA.2.75 tersebut di Tanah Air. Meski sejauh ini kasus kenaikan COVID di Tanah Air disebut masih terkendali, Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati. Apalagi mengingatkan bahwa subvarian Omicron BA.2.75 yang merupakan turunan BA.2 memiliki potensi bahaya seperti varian Delta yang sempat membuat Indonesia terpuruk.

"Kita memang sudah terkendali, tapi tetap harus waspada. Kewaspadaan kita tetap harus ada pengetatan-pengetatan karena angkanya masih akan naik turun sekaligus ada subvarian baru," ujar Syahril pada Senin (4/7).

"Jadi enggak usah khawatir, tingkat keparahannya tidak terlalu berat sehingga mudah-mudahan tidak banyak OTG dan gejala ringan saja," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait