Berangkat ke Korsel, 25 Pegawai KemenPUPR Bawa Misi Pelajari Pembangunan Smart City untuk IKN
Nasional

Korea Selatan jadi salah satu partner kerja sama Indonesia dalam pembangunan IKN Nusantara. Kementerian PUPR pun mengirimkan 25 orang pegawainya untuk menerima ilmu dari Korea Selatan terkait pembangunan smart city untuk IKN.

WowKeren - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengungkap rencana kerja sama dengan Korea Selatan dalam pembentukan rencana dasar dan studi kelayakan pembangunan rumah Apratur Sipil Negara (ASN) di IKN Nusantara, termasuk teknis pemindahan ibu kota negara. Tak hanya itu, Korea Selatan juga jadi partner diskusi kementerian PUPR untuk pembangunan IKN yang mengusung konsep Smart City.

Terbaru, Kementerian PUPR mengirimkan 25 orang untuk belajar ke Korea Selatan terkait pembangunan IKN Nusantara. Langkah itu diambil untuk mempersiapkan SDM yang kompeten dan berintegritas dalam membangun IKN. Kerja sama dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai Kementerian PUPR sebagai pelaksana pembangunan IKN.

"Kementerian PUPR melakukan terobosan, bekerja sama dengan negara lain yang telah memiliki pengalaman dan 5 teknologi yang mumpuni dalam membangun ibu kota baru, yaitu Korea Selatan untuk memberikan sharing ilmunya," ungkap Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, melalui keterangan resmi dari website Kementerian PUPR, Selasa (19/7).


Nantinya, 25 orang perwakilan dari Kementerian PUPR itu akan megikuti Pelatihan "Program For Invitational Training: Strengthening The Capacity of Planning and Implementing Smart Cities In Indonesia" di Korea Selatan. Pelatihan tersebut merupakan kerja sama teknis antara Kementerian PUPR dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan.

Sementara itu, pelatihan tersebut akan berlangsung dari 17 Juli hingga 20 Agustus 2022 mendatang. 25 orang pegawai Kementerian PUPR yang dikirim sebagai peserta latihan ke Korea Selatan itu terpilih dari 94 orang yang diusulkan oleh 8 unit organisasi di Kementerian PUPR.

Sebanyak 25 peserta pelatihan tersebut terdiri dari 15 peserta dengan latar pendidikan teknis dan 10 peserta dengan latar pendidikan non teknis. Satgas IKN pun turut diminta untuk mengawal proses pelatihan tersebut.

"Pelatihan ini bukan pelatihan biasa. Peserta sudah harus memiliki dasar pengetahuan yang baik tentang Smart City Concept yang pro-IKN. Satgas IKN juga diharapkan dapat mengawal pelatihan ini dan mendampingi peserta agar konsep Smart City IKN dapat terwujud di Indonesia," pungkas Diana.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait