Google Sepakat Bayar Denda $60 Juta Usai 'Menyesatkan' Warga Australia Soal Pengumpulan Data
Unsplash/Jonny Gios
Dunia

Raksasa teknologi, Google harus membayar denda $60 juta setelah terbukti melanggar undang-undang konsumen di Australia. Hal itu terkait penyesatan pengguna atas pengumpulan data lokasi.

WowKeren - Pengadilan federal memutuskan bahwa raksasa teknologi, Google harus membayar denda karena melanggar undang-undang konsumen dengan menyesatkan (misleading) pengguna Australia atas pengumpulan data lokasi. Google pun telah setuju untuk membayar denda sebesar $60 juta tersebut setelah 'pertarungan' pengadilan yang panjang dengan pengawasan kompetitif Australia.

Melansir The Guardian, pada bulan April tahun 2021 lalu, pengadilan federal menemukan Google melanggar undang-undang konsumen dengan menyesatkan beberapa pengguna lokal. Membuat mereka berpikir bahwa perusahaan tidak akan mengumpulkan data pribadi tentang lokasi mereka melalui perangkat seluler dengan sistem operasi Android.

Kasusnya berkisar pada apakah cukup jelas bahwa Google masih akan mengumpulkan dan mengakses data lokasi ketika riwayat lokasi pengguna disetel ke mode "nonaktif" tetapi aktivitas web dan aplikasi mereka "aktif" dan salah satu aplikasinya digunakan. Tak hanya itu, perusahaan juga ditemukan melanggar dua undang-undang konsumen lainnya. Mereka adalah tentang perilaku yang dapat menyesatkan publik dan membuat pernyataan menyesatkan tentang karakteristik kinerja layanan.


Sementara itu, Komisi Persaingan dan Konsumen Australia pada saat itu menyebut penilaian itu sebagai pesan yang jelas bagi platform digital untuk terbuka kepada konsumen tentang apa yang terjadi dengan data mereka.

Pada hari Jumat (12/8), sidang pengadilan federal singkat diberitahu bahwa hukuman $ 60 juta disepakati sebagai "adil dan masuk akal" antara para pihak. Selain itu disepakati pula bahwa pengajuan bersama telah diajukan kepada Hakim Thomas Thawley.

Pengadilan mendengar kemungkinan masalah yang masih ada, apakah hukuman tersebut membuat perilaku di masa depan “tidak rasional secara ekonomi” dan apakah hukuman itu sesuai. Sementara itu, Thawley mengatakan bahwa dia puas denda itu dalam kisaran yang sesuai dan berterima kasih kepada para pihak sebelum menunda kasus sampai Jumat nanti.

Google beberapa waktu lalu juga sempat banjir protes dan keluhan karena down. Para netizen pun ramai membahas hal tersebut di media sosial hingga sempat jadi trending topik.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait