Denny Sumargo Bahas Adu Ego usai Farhat Abbas Ungkit Tabiat Sombong di Podcast Deddy Corbuzier
Instagram/sumargodenny/farhatabbasofficial
Selebriti

Denny Sumargo sempat ingatkan soal kehancuran jika tetap ngotot adu ego. Ia juga memilih fokus mengurus konflik antara Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi di tengah permasalahan dengan Farhat Abbas.

WowKeren - Denny Sumargo baru-baru ini hadir dalam sesi mediasi terkait konflik donasi antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus Salim pada 15 November. Sayangnya, Agus dan pengacara Farhat Abbas berhalangan hadir di sesi mediasi tersebut.

Gagal terlaksana, Denny tetap sampaikan pesan bijak. Ia mengharapkan pihak Novi dan Agus saling mencari solusi terbaik. Ia juga mengingatkan agar tak adu ego yang memicu kehancuran.

"Penyelesaian donasi ini harus segera diselesaikan. Kita semua sudah capek dan Agus membutuhkan bantuan. Saya juga sudah konfirmasi sama pihaknya Novi supaya berhenti untuk segala jenis provokasi karena ini sudah kemana-mana. Saya pikir tidak bijak untuk kasih tontonan ke generasi muda. Kalau adu ego yang hancur siapa?" kata Denny. "Cari jalan yang terbaik ya, cari jalan yang terbaik karena ujung-ujungnya kalian akan mediasi juga, capek ujungnya. Tapi kalau kalian mau panjangkan drama ini supaya menjadi tontonan dan ada keuntungan di dalam itu, ya monggo (silakan)."


Sebelumnya, Farhat sempat muncul di podcast Deddy Corbuzier dan membahas tentang tabiat Densu. Farhat menyentil adab sombong Densu ketika ke rumahnya.

Awalnya, Deddy memuji sikap Farhat yang tetap santun ketika Densu datang ke rumah dengan gaya menantang minta dihajar. Sebagai tuan rumah, Farhat tegaskan jika ia mencoba tetap santun. Deddy lantas kepo soal penyebab Farhat akhirnya laporkan Densu.

"Jadi masuk ke rumah lu secara hukum salah atau tidak? Kan lu share lok bro," kata Deddy. "Nggak salah, tidak ada kejahatan," kata Farhat. "Jadi yang lu salahkan tuntutannya apa?" tanya Deddy. "Pertama dia menghasut, memprovokasi kemudian menggunakan SARA, kesukuan," kata Farhat. "Penghinaannya terhadap Bugis, Makassarnya di mana bro?" tanya Deddy. "Kalau kita sudah dikatakan, 'Mana burungmu'. 'Ini badikku'. Sebenarnya jujur aja, kalau aku nggak sekolah aku ladeni. Nggak boleh orang, parang badik bukan jamannya sekarang. Karena makna sirri sekarang adalah hukum. Kalau menurut gua dia sombong, karena kalau nggak sombong, dia nggak kayak gitu, pasti mikirlah," kata Farhat.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait