Doktif meminta penyidik telusuri aliran dana di rekening istri Richard Lee terkait penipuan.
- Kamis, 12 Maret 2026 - 00:05 WIB
WowKeren - Kasus penipuan yang melibatkan dokter kecantikan dan Youtuber Richard Lee berlanjut. Sejak ditahan pada 6 Maret 2026, Richard Lee kini menjadi sorotan setelah Doktif, yang merupakan pelapor dalam kasus ini, meminta penyidik untuk menyelidiki aliran dana dari penjualan produk kecantikan yang diduga bermasalah di rekening istri Richard Lee, Reni Effendi.
Doktif, yang memiliki nama asli Samira Farahnaz, mengungkapkan bahwa aliran dana dari produk yang diduga penipuan tersebut mengalir ke rekening Reni Effendi. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, "Penjualan dari produk yang diduga penipuan ini mengalir ke rekening istri dari tersangka DRL. Di e-commerce, saudara DRL menggunakan rekening dari DRE."
Lebih lanjut, Doktif menjelaskan bahwa terdapat perubahan rekening yang digunakan dalam transaksi penjualan produk-produk tersebut. Setelah kasus ini memasuki tahap penyidikan, rekening yang sebelumnya atas nama Reni Effendi diduga diubah menjadi rekening perusahaan. "Setelah kasus ini naik sidik dan menjadi besar, rekening tersebut diubah, bukan lagi milik DRE tetapi menjadi rekening CV," ucapnya.
Perubahan rekening ini menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menyamarkan aliran dana. Oleh karena itu, Doktif mendesak pihak penyidik Polda Metro Jaya untuk mempertimbangkan penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini. Ia juga mendorong agar Reni Effendi diperiksa sebagai saksi untuk mengungkap dugaan keterlibatan dalam pengelolaan aliran dana penjualan produk tersebut. "Doktif sudah memberikan barang bukti kepada penyidik, termasuk video tentang bagaimana saudara DRL menjual produk yang diduga membahayakan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan dan bukti yang telah diserahkan terkait kasus ini. Penyelidikan yang dilakukan diharapkan dapat mengungkap lebih jauh mengenai aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus yang tengah menjadi perhatian publik ini.
(wk/timw)