Fandom ENHYPEN menghadapi backlash setelah serangan siber terkait kepergian Heeseung.
- Kamis, 12 Maret 2026 - 16:04 WIB
WowKeren - Fandom ENHYPEN baru-baru ini menghadapi backlash setelah kepergian Lee Heeseung dari grup tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan produser El Capitxn yang merasa disudutkan oleh penggemar yang menuduhnya terlibat dalam keputusan tersebut.
Pada 12 Maret, El Capitxn, seorang produser dan penulis lagu yang bekerja di bawah naungan BigHit Music, mengungkapkan kemarahannya melalui akun Instagram-nya. Ia menulis, “Stop sending me messages about Lee Heeseung. If you’re truly fans, you should hug him before throwing stones,” yang menandakan ketidakpuasannya terhadap perilaku beberapa penggemar yang menyerangnya.
Kontroversi ini dimulai ketika sebagian penggemar ENHYPEN menargetkan El Capitxn, menuduhnya telah “mendorong ego artistik Heeseung dan menyebabkan kepergiannya.” Beberapa penggemar dilaporkan melakukan serangan siber terhadap akun Instagram El Capitxn, mengarahkan kritik yang tidak beralasan kepada seorang kreator yang tidak memiliki hubungan langsung dengan keputusan tersebut.
Lebih jauh lagi, upaya beberapa penggemar untuk mengendalikan opini publik juga menjadi sorotan. Melalui komunitas online dan media sosial, mereka menyebarkan rumor yang tidak terverifikasi yang mengklaim bahwa agensi telah secara paksa mengeluarkan Heeseung dari grup.
Beberapa penggemar juga dikabarkan mengirim email massal kepada sejumlah jurnalis, dengan jumlah pesan yang mencapai lebih dari 10.000 dalam sehari, yang dinilai sebagai tindakan pelecehan. Meskipun agensi, anggota ENHYPEN yang tersisa, dan Heeseung sendiri telah menyatakan bahwa transisi grup menjadi enam anggota adalah keputusan yang disepakati bersama, sejumlah penggemar tampak enggan menerima pernyataan tersebut.
Ini bukan pertama kalinya fandom ENHYPEN mendapatkan kritik atas tindakan ekstrem. Pada tahun 2023, beberapa penggemar melakukan protes dengan truk di depan kantor pusat HYBE, menuntut agar koreografi untuk lagu utama “Bite Me” dihapus karena melibatkan penari wanita. Protes tersebut saat itu juga menuai kritik karena dinilai berlebihan.
Kini, setelah berita kepergian Heeseung pada 10 Maret, beberapa penggemar kembali menyebarkan teori konspirasi dan mengumumkan protes truk lainnya untuk menuntut agar keputusan tersebut dibatalkan. Situasi ini memicu perdebatan mengenai kurangnya kedewasaan dalam beberapa bagian budaya fandom K-pop.
(wk/timw)