Serangan besar-besaran Iran menargetkan Israel dan fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan UEA.
- Jumat, 03 April 2026 - 12:35 WIB
WowKeren - Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan besar-besaran yang menyasar berbagai lokasi di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait pada Rabu, 1 April 2026. Serangan ini merupakan respons terhadap ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut, yang telah menjadi sorotan dunia internasional.
Menurut Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya dari Komando Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, serangan ini merupakan gelombang ke-89 dari operasi militer mereka. Dalam pelaksanaan serangan ini, Iran mengerahkan rudal dan pesawat nirawak (UAV) untuk menggempur wilayah Eilat, Tel Aviv, hingga Bnei Brak. ”Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut, serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak,” ungkap Zolfaghari dalam keterangan resminya.
Selain menyerang wilayah Israel, Teheran juga menargetkan lokasi-lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain. Zolfaghari mengklaim bahwa serangan tersebut mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak, dengan laporan mengenai korban yang tewas atau terluka. Ini menunjukkan bahwa dampak dari serangan ini cukup signifikan dan berpotensi memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Di Kuwait, pasukan Iran dilaporkan telah menyerang pangkalan Al-Adiri yang menjadi markas bagi kelompok helikopter Angkatan Darat AS. Akibat serangan ini, satu helikopter dilaporkan hancur total, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan serius. Serangan ini menambah daftar panjang ketegangan yang telah terjadi antara Iran dan AS, serta sekutunya di kawasan.
Lebih dari itu, dua sistem radar peringatan dini milik AS yang berada di wilayah maritim dan pulau-pulau milik UEA juga dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Zolfaghari menambahkan, “Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang. Kami juga menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi serta mencegat rudal dan drone.”
Eskalasi serangan ini dipicu oleh serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang besar dan mengakibatkan jatuhnya korban sipil. Iran kemudian merespons dengan secara intensif menargetkan wilayah Israel dan aset-aset militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
(wk/timw)