Krisis Kesehatan di Iran: Kelangkaan Obat Meningkat Akibat Serangan Militer
Instagram/Iran/Instagram
Selebriti

Krisis kesehatan di Iran semakin parah dengan kelangkaan obat akibat serangan ke fasilitas farmasi.

WowKeren - Kondisi kesehatan di Iran semakin memprihatinkan setelah terjadinya kelangkaan obat-obatan penting, yang dipicu oleh serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas farmasi di negara tersebut. Serangan ini telah menyasar setidaknya 25 fasilitas sejak 28 Februari 2026, termasuk pabrik obat untuk penyakit kanker, kardiovaskular, dan vaksin dari Institut Pasteur Teheran.

Dr. Pejman Naim, seorang apoteker asal Teheran, menjelaskan bahwa kelangkaan obat kini semakin terasa di tengah dampak konflik yang berkepanjangan. "Beberapa obat, seperti untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, sangat langka di pasaran. Stok memang sudah terbatas sejak perang dimulai, namun kini situasinya semakin parah," ungkap Naim dalam keterangannya.


Walaupun kondisi semakin sulit, Dr. Naim menyatakan bahwa upaya untuk menjaga situasi tetap terkendali terus dilakukan. Pemerintah Iran telah meluncurkan layanan hotline khusus untuk membantu masyarakat melacak ketersediaan obat dan menemukan apotek yang masih memiliki stok. Ini merupakan langkah penting untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan obat.

Di tengah krisis ini, komunitas apoteker juga berinisiatif membangun jaringan komunikasi mandiri untuk saling berbagi informasi mengenai ketersediaan stok obat. Dukungan dari pemerintah untuk sektor farmasi terus mengalir, meskipun terhambat oleh sanksi internasional yang menghalangi impor bahan baku dan obat-obatan khusus. Dr. Naim menambahkan, "Perang berdampak sangat merusak. Penjualan obat anjlok sementara harga melonjak tajam, sehingga warga kesulitan menjangkau obat-obatan penting."

Harapan tetap ada, terutama jika gencatan senjata dapat tercapai atau konflik dapat diakhiri. Dr. Naim berharap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat segera pulih. Sebelumnya, pemerintah Iran telah mengecam serangan terhadap fasilitas medis dan farmasi sebagai tindakan kejahatan perang yang sangat tidak berperikemanusiaan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait