Pemerintah Inggris resmi melarang Kanye West masuk akibat pernyataan anti-semit yang kontroversial.
- Selasa, 07 April 2026 - 22:02 WIB
WowKeren - Pemerintah Inggris telah resmi melarang rapper Kanye West untuk memasuki negara tersebut. Keputusan ini diambil menjelang rencana West untuk tampil sebagai penampil utama di Festival Wireless yang akan digelar di London. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kantor Dalam Negeri Inggris pada Selasa, 7 April 2026, setelah permohonan Otorisasi Perjalanan Elektronik (Electronic Travel Authorisation/ETO) yang diajukan oleh West pada 6 April ditolak.
Pemerintah menyatakan bahwa kehadiran Kanye West di Inggris dianggap tidak bermanfaat bagi kepentingan umum. Hal ini menambah ketegangan yang sudah ada akibat pernyataannya yang dianggap anti-semitik. Sebelumnya, West sempat mengungkapkan niatnya untuk bertemu dengan anggota komunitas Yahudi di Inggris sebagai langkah untuk mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan kontroversi yang mengikutinya.
Meskipun West menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi dan mendengarkan komunitas tersebut, tekanan dari berbagai pihak, termasuk sponsor festival, semakin meningkat. Beberapa sponsor, seperti Pepsi, Diageo, Rockstar Energy, dan PayPal, telah menarik diri dari Festival Wireless setelah kontroversi yang melibatkan West. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi mendukung festival tersebut dengan merek mereka.
Aktor David Schwimmer juga memberikan dukungan kepada tindakan sponsor yang menarik diri, berterima kasih kepada mereka di akun Instagram-nya. Dia mengajak sponsor yang tersisa untuk mengikuti langkah tersebut, menegaskan bahwa meskipun dia percaya pada pengampunan, tindakan nyata diperlukan untuk menunjukkan komitmen terhadap perubahan.
Di sisi lain, dampak komersial dari kehadiran Kanye West di festival yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Juli 2026 di Finsbury Park terlihat jelas. Penarikan dukungan dari sponsor menunjukkan dampak langsung dari pernyataan kontroversial West sebelumnya. Pada tahun lalu, West merilis lagu yang sangat provokatif berjudul 'Heil Hitler' dan kemudian menerbitkan permintaan maaf di Wall Street Journal, di mana dia mengaitkan perilakunya dengan gangguan bipolar yang dideritanya.
Keputusan pemerintah Inggris untuk melarang Kanye West masuk ke negara mereka mencerminkan sikap tegas terhadap isu anti-semitisme yang sedang hangat diperbincangkan. Dengan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya inklusivitas dan toleransi, langkah ini menunjukkan bahwa tindakan yang dianggap merugikan kelompok tertentu tidak akan ditoleransi.
(wk/timw)