Sutradara Teddy Soeria Atmadja dan para pemeran utama mengungkap proses kreatif dan dinamika karakter dalam serial kuliner Indonesia yang tayang di Netflix.
- Sabtu, 18 April 2026 - 22:18 WIB
WowKeren - Teddy Soeria Atmadja selaku sutradara serial Luka, Makan, Cinta mengungkapkan berbagai kisah di balik layar dalam konferensi pers yang digelar Netflix di Jakarta pada 15 April 2026.
Serial orisinal Indonesia ini mengisahkan perjalanan koki muda ambisius bernama Luka yang bertekad menjadi head chef di restoran legendaris Umah Rasa, namun menghadapi tantangan ketika ibunya yang juga pemilik restoran justru mempercayai chef baru bernama Dennis.

Dalam konferensi pers tersebut, Soeria Atmadja membagikan gagasan awalnya untuk serial ini. "Cerita ini awalnya didesain sebagai film, tapi setelah menjadi serial dengan delapan episode kisahnya menjadi lebih menarik dan luas," ujarnya.

"Gagasan awalnya adalah ibu dan anak yang belum mengenali satu sama lain dengan baik dan dengan karakteristik yang berbeda, anak sebagai sous chef ambisius yang merasa sudah bisa menjadi head chef tapi sang ibu belum percaya," lanjut sutradara tersebut.
Soeria Atmadja menambahkan bahwa dinamika hubungan manusia menjadi inti cerita, baik antara ibu dan anak, laki-laki dan perempuan, maupun teman. Setting di dapur restoran juga memberikan rasa dan karakter tambahan bagi cerita.

Untuk mewujudkan adegan memasak yang autentik, para pemeran menjalani workshop memasak khusus. Kru produksi juga berkonsultasi dengan food stylist dan food designer untuk menentukan makanan yang akan ditampilkan di restoran fiksi tersebut.
"Makanan Umah Rasa sebenarnya adalah masakan rumahan Indonesia tapi kami ingin menampilkannya dengan lebih artistik dan menarik. Ini merupakan hasil kolaborasi departemen artistik dengan food stylist," jelas Soeria Atmadja.

Mawar Eva de Jongh yang memerankan karakter Luka mengungkapkan dinamika hubungan ibu dan anak dalam serial ini. "Dinamika hubungan ibu dan anak di serial ini datang dari cara didik keduanya yang berbeda," kata de Jongh.
"Ibu Sari mungkin berbeda dengan gaya parenting zaman sekarang, tapi bukan berarti dia tidak cinta dan dia juga punya gengsi yang tidak bisa diungkapkan," tambahnya.

Untuk menggambarkan perasaan Luka terhadap ibunya, de Jongh menggunakan analogi unik. "Dihindari ketika makan tapi sebenarnya dibutuhkan untuk membuat rendang," ujarnya sambil tertawa.

Sha Ine Febriyanti yang memerankan karakter Sari menjelaskan kompleksitas peran yang dimainkannya. "Sari adalah ibu yang cukup kuno, mendidik anak dengan sangat keras dengan tujuan agar anaknya menjadi sesuatu yang lebih dari dia," papar Febriyanti.
"Sari sebenarnya mempersiapkan anaknya untuk Umah Rasa, tempat dedikasi dia sepanjang hidupnya. Sari ini unik karena dia karakter yang terlihat ambisius padahal tidak, dia terlihat galak tapi dicintai oleh seluruh krunya," lanjutnya.

Deva Mahenra yang berperan sebagai Dennis, chef baru yang menjadi rival Luka, membagikan perspektif karakternya. "Sebagai head chef di Umah Rasa dan setelah berkelana di banyak restoran, Dennis melihat ini sebagai peluang mewujudkan ambisinya untuk mendapatkan bintang Craft," ungkap Mahenra.
"Namun kehadiran Dennis jadi penghalang mimpi dan harapan seorang anak meneruskan dedikasi ibunya. Akhirnya terjadi rivalitas dengan kepentingan masing-masing, walau pada akhirnya persaingan Luka dan Dennis ini menjadikan Umah Rasa lebih baik lagi," jelasnya.

Baik de Jongh maupun Mahenra mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang dunia kuliner melalui proses syuting. Mereka menyadari betapa sulitnya bekerja di dapur restoran yang penuh tekanan dan panas.

Serial ini juga menampilkan Adipati Dolken dan Asmara Abigail dalam peran pendukung yang melengkika cerita. Luka, Makan, Cinta mulai tayang secara global di platform streaming Netflix pada 15 April 2026.
Dengan menggabungkan elemen kuliner nusantara, dinamika keluarga, dan percikan romansa, serial ini menawarkan tontonan yang kaya rasa dan emosi bagi penonton Indonesia maupun internasional.
(wk/timw)