Penampakan Val Kilmer yang dihasilkan AI dalam film baru tuai kritik tajam.
- Senin, 20 April 2026 - 02:01 WIB
WowKeren - Film terbaru berjudul As Deep as the Grave tengah menjadi perbincangan hangat setelah menampilkan sosok mendiang aktor Val Kilmer yang dihasilkan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Penayangan ini berlangsung pada ajang CinemaCon di Las Vegas pada Kamis, 16 April 2026, dan langsung menuai kontroversi di kalangan penonton.
Karakter Kilmer dalam film ini sepenuhnya diciptakan oleh AI dan muncul selama sekitar satu jam. Reaksi publik pun langsung meledak di media sosial, di mana banyak yang menyatakan bahwa penampakan tersebut terasa "mengerikan" dan "menjijikkan". Kritik ini muncul karena penggunaan citra Kilmer yang telah meninggal dunia, sehingga menciptakan dilema etis di kalangan penggemar dan masyarakat umum.
Keluarga Val Kilmer dikabarkan telah memberikan izin untuk penggunaan citra sang aktor dalam produksi film ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dan etika penggunaan teknologi AI dalam menggantikan aktor yang telah tiada. Sutradara film, Coerte Voorhees, juga memberikan klarifikasi bahwa Kilmer sebelumnya terlibat dalam proyek ini sebelum kondisi kesehatan dan pandemi menghalangi keterlibatannya.
“Kami sangat menghormati warisan Val Kilmer dan berusaha untuk menampilkan karakter ini dengan cara yang paling tepat,” ujar Coerte Voorhees. Ia melanjutkan, “Teknologi ini memungkinkan kami untuk menghadirkan kembali sosoknya, namun kami menyadari bahwa ini adalah topik yang sensitif.”
Kontroversi ini tidak hanya berpusat pada film itu sendiri, tetapi juga menyoroti isu yang lebih besar tentang penggunaan AI dalam industri film. Beberapa pengamat menyatakan bahwa teknologi seperti ini dapat membuka pintu bagi banyak proyek yang memanfaatkan citra aktor yang telah meninggal, namun di sisi lain, hal ini juga dapat menimbulkan banyak kritik mengenai batasan etika yang harus diperhatikan.
Saat ini, reaksi dari penonton dan kritikus terus mengalir, dan menjadi menarik untuk melihat bagaimana industri film akan merespons isu ini ke depan. Apakah penggunaan AI untuk menggantikan aktor yang telah meninggal akan menjadi tren baru atau justru memicu lebih banyak perdebatan mengenai hak cipta dan moralitas dalam seni perfilman?
(wk/timw)