Pengacara Justin Baldoni menolak klaim Blake Lively terkait kerugian kariernya.
- Senin, 04 Mei 2026 - 09:32 WIB
WowKeren - Dalam perkembangan terbaru mengenai konflik antara Justin Baldoni dan Blake Lively, pengacara Baldoni menegaskan bahwa Wayfarer Studios tidak bertanggung jawab atas kerugian karier yang dialami Lively selama masa perselisihan mengenai proyek film 'It Ends With Us'. Lively sebelumnya menuduh Baldoni dan perusahaannya melakukan kampanye fitnah yang mengakibatkan kerusakan pada kariernya.
Amir Kaltgrad, pengacara Baldoni, menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa ketidakpopuleran Lively menjadi penyebab utama kegagalan sejumlah proyek yang ia jalani, termasuk minuman Betty Buzz yang diluncurkan oleh istri Ryan Reynolds. Kaltgrad mencatat, 'Lively memiliki riwayat pekerjaan yang tidak konsisten,' dan menambahkan bahwa Lively hanya berhasil menghasilkan sekitar US$21 juta dari beberapa proyek film selama delapan tahun terakhir sebelum konflik ini muncul.
Selain itu, Kaltgrad juga mengklaim bahwa insiden perundungan yang dilakukan Lively terhadap drama Photoshop Kate Middleton pada tahun 2024 menjadi bukti pola perilaku negatif yang berkontribusi terhadap kerusakan reputasinya. Dalam dokumen pengadilan yang diajukan awal bulan ini, terungkap bahwa Lively mengklaim bahwa kampanye 'gadis jahat' yang dilancarkan terhadapnya mengakibatkan kerugian sebesar US$300 juta dalam potensi pendapatan yang hilang antara Agustus 2024 dan Agustus 2029.
Sebelumnya, Lively mengklaim pada November 2025 bahwa dugaan kampanye fitnah yang dilakukan Baldoni merugikannya hingga US$161 juta. Baldoni sendiri secara konsisten membantah semua tuduhan tersebut. Gugatan balik senilai US$400 juta yang diajukan oleh Baldoni pada Januari 2025 juga ditolak oleh hakim pada bulan Juni tahun yang sama.
Baru-baru ini, hakim menolak 10 dari 13 klaim yang diajukan oleh Lively, menyisakan beberapa dakwaan terkait pelanggaran kontrak dan pembalasan yang akan dilanjutkan ke persidangan pada 18 Mei mendatang. Sigrid McCawley, pengacara Lively, menyatakan bahwa aktris yang terkenal lewat film 'A Simple Favor' tersebut sangat menantikan persidangan ini. 'Harapan Blake adalah agar suaranya didengar di ruang sidang itu dan itulah yang kami fokuskan saat ini,' ungkap McCawley di luar pengadilan. Dia menambahkan, 'Dia merasa sangat baik... dia akhirnya berada pada titik di mana dia akan dapat menceritakan sisinya.'
(wk/timw)