Blake Lively dan Justin Baldoni Akhiri Perseteruan dengan Kesepakatan Damai
TMDB (Merged)/themoviedb.org
Selebriti

Blake Lively dan Justin Baldoni sepakat untuk berdamai setelah perseteruan panjang di pengadilan.

WowKeren - Setelah lebih dari satu setengah tahun berseteru di pengadilan, Blake Lively dan Justin Baldoni akhirnya menemukan jalan damai. Kesepakatan ini tercapai hanya dua minggu sebelum sidang federal yang dijadwalkan berlangsung, menandai akhir dari konflik yang telah menguras perhatian publik.

Kasus ini bermula dari tuduhan yang diajukan oleh Blake Lively terhadap Justin Baldoni, yang merupakan sutradara dan lawan mainnya dalam film "It Ends With Us". Lively menuduh adanya pelecehan seksual yang dialaminya selama proses syuting dan mengklaim bahwa Baldoni bersama tim humasnya melakukan kampanye digital untuk merusak reputasinya ketika ia mengungkapkan keberatan.

Pernyataan bersama yang dirilis pada hari Senin waktu setempat mengungkapkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk damai. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebut film yang mereka kerjakan sebagai sumber kebanggaan bersama dan menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman serta bebas dari perilaku tidak pantas. “Kami berharap ini menjadi penutup dan memungkinkan semua pihak melangkah ke depan secara konstruktif dan damai, termasuk menciptakan ruang yang saling menghormati di dunia maya,” demikian isi pernyataan yang dikutip pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kesepakatan damai ini muncul sekitar sebulan setelah Hakim Lewis Liman menggugurkan sebagian besar gugatan yang diajukan oleh Lively. Dari total 13 klaim perdata, 10 di antaranya, termasuk seluruh tuduhan pelecehan seksual, dinyatakan tidak dapat dilanjutkan. Hanya tiga klaim yang tersisa yang berkaitan dengan dugaan pembalasan, keterlibatan dalam pembalasan, serta pelanggaran kontrak.


Sebelumnya, pihak Lively sempat menyatakan kesiapan untuk melanjutkan perkara hingga ke persidangan. Namun, pengacara Lively juga memberikan sinyal bahwa penyelesaian damai bukanlah hal yang mustahil. Mereka menilai bahwa tujuan utama kliennya, yakni mengungkap dugaan adanya “mesin kampanye digital” di balik serangan terhadapnya, telah tercapai.

Konflik ini pertama kali mencuat pada Desember 2024 ketika Blake Lively melaporkan kasus tersebut kepada otoritas hak sipil California. Pada waktu yang bersamaan, The New York Times menerbitkan laporan investigatif yang memuat pesan internal tim humas Baldoni, yang menyertakan strategi untuk merespons tuduhan dan berusaha “mengubur” pihak lain.

Dalam perjalanan persidangan ini, Lively juga mengajak suaminya, Ryan Reynolds, untuk mendukungnya. Reynolds diketahui memberikan dukungan penuh terhadap tindakan yang diambil oleh Lively dalam menghadapi situasi ini. Pada saat bersamaan, ada juga pendapat publik yang menyebut Justin Baldoni sebagai sosok yang toksik, menambah kompleksitas pada isu yang dihadapi Lively.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, diharapkan kedua pihak dapat melanjutkan karier mereka tanpa beban dari perseteruan yang telah berlangsung. Selain itu, ini juga menjadi langkah positif menuju penciptaan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua orang di industri hiburan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait