Denny Sumargo menunjukkan kepedulian pada korban santri dibakar, namun kedatangan mereka ke podcast batal.
- Kamis, 09 Juli 2026 - 16:01 WIB
WowKeren - Denny Sumargo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kasus yang tengah hangat diperbincangkan publik. Kali ini, mantan pebasket dan presenter kenamaan Indonesia tersebut berusaha mengawal dugaan kasus pembakaran yang terjadi di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Namun, rencana Denny untuk menghadirkan para korban ke dalam podcast miliknya mendadak batal, meninggalkan banyak pertanyaan di benak masyarakat.
Melalui unggahan di media sosial Instagram, Denny mengungkapkan bahwa dua korban yang sebelumnya direncanakan akan terbang ke Jakarta untuk berbagi pengalaman mereka justru tidak jadi berangkat. Denny mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk tiket pesawat dan akomodasi bagi keluarga korban, agar mereka dapat menceritakan apa yang telah mereka alami. "Namun hari ini gue mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat," ujar Denny dengan nada kecewa.
Pernyataan Denny tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik batalnya keberangkatan kedua korban, dan Denny pun menyadari bahwa masyarakat berhak untuk bertanya. "Kenapa mereka sampai tidak jadi berangkat? Apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah hilang begitu banyak, tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya," jelasnya.
Denny menekankan pentingnya keterbukaan dalam kasus ini untuk menghindari spekulasi yang beredar di masyarakat. Ia mengajak publik untuk turut mengawasi proses hukum yang sedang berlangsung, menyatakan, "Tolong bantu kawal," tegasnya.
Setelah video pertamanya viral, Denny kembali membuat klarifikasi mengenai informasi yang beredar. Ia menjelaskan bahwa laporan polisi terkait kasus ini baru dibuat pada Juni 2026, meskipun peristiwa dugaan pembakaran tersebut terjadi pada Desember 2025. Hal ini disebabkan karena keluarga korban menunggu itikad baik dari pihak-pihak yang diduga terlibat sebelum mengambil langkah hukum.
Lebih lanjut, Denny juga mengonfirmasi bahwa kedua korban yang dimaksud, Ahmad Deven Ramdan (14) dan Sahid Al Hudri (14), masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum diizinkan untuk bepergian. Sebelumnya, beredar kabar bahwa keduanya dicegat oleh polisi saat hendak berangkat dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) di Lombok. Namun, penjelasan terbaru menyebutkan bahwa penghentian keberangkatan dilakukan karena kondisi kesehatan korban yang belum stabil dan proses penyidikan yang masih berlangsung.
Kasus dugaan pembakaran santri ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah mengakibatkan satu santri meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka bakar serius yang mengakibatkan cacat permanen. Kini, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga pada langkah Denny Sumargo yang berupaya menggunakan platform miliknya untuk membantu menyuarakan kisah para korban dan mendorong keadilan bagi mereka.
(wk/timw)