Pria asal Tegalbojang RT 4 RW 2, Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman, ini rupanya harus rela meneguk air danau untuk tetap bertahan.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Oktober 2015 - 19:08 WIB
WowKeren - Korban selamat dari jatuhnya helikopter di Danau Toba, Fransiskus Susbihardayan (22), belum lama ini menceritakan perjuangannya bertahan hidup. Pria asal Tegalbojang RT 4 RW 2, Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman, ini rupanya harus rela meneguk air danau untuk tetap bertahan.
"Enceng gondok untuk pengapung," tambahnya seperti diungkapkan pada detikcom. "Saya masuk-masukkan ke kaos dalam saya. Baju lengan panjang dan celana jeans saya lepas agar tidak berat."
Selama mengapung tiga hari di danau terluas se-Indonesia itu, Frans sama sekali tak makan. Namun dia tetap berusaha berenang ke arah barat, acuannya adalah matahari.
"Saya ke arah barat karena saya pikir kami perginya ke timur," ujar lelaki yang bekerja di perusahaan jasa layanan penerbangan sebagai Helicopter Landing Officer (HLO) ini. "Jadi saya harus ke barat biar lebih ke arah daratan."
"Saya pakai kaos dalam dan celana dalam, nggak tahu pas ditemuin telanjang," imbuhnya. "Orang juga banyak yang tanya. Mungkin kena arus jadi hilang semua."
Frans juga mengungkapkan bahwa keselamatannya dari insiden tersebut tak lepas dari keajaiban doa yang dilantunkannya. Namun dia juga berhutang pada pelatihan survival oleh TNI saat SMA.
Seperti yang diketahui, insiden jatuhnya helikopter di Danau Toba terjadi pada Minggu, (11/10) setelah hilang kontak dari Bandara Kualanamu. Penyebab jatuhnya helicopter EC 130 PK BKA ini masih diselidiki hingga saat ini. Namun tim SAR telah menemukan tumpahan minyak di daerah perairan Tarabunga yang diduga milik helikopter.
(wk/)