5 Pekerja Luka-luka Akibat Beton Jalur LRT Ambruk, Dirut Jakpro Buka Suara
Nasional

Pembangunan LRT disebut tengah mengejar target agar selesai sekitar Juni demi Asian Games 2018.

WowKeren - Blok beton jalur LRT (light rapid transit) di Jalan Kayu Putih, Jakarta Timur, dikabarkan ambruk pada Senin (22/1). Lima orang pekerja luka ringan dan telah dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia.

Ambruknya blok beton untuk jalur kereta api ringan ini diduga karena pembangunan yang kejar target. Pemaksaan pekerja untuk lembur demi bisa selesai sebelum ajang Asian Games 2018 Juni mendatang juga menjadi alasannya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, khawatir robohnya konstruksi karena adanya prosedur yang terlupakan. Ia juga mengkhawatirkan faktor keselamatan pekerja jika pekerjaan dilakukan secara terburu-buru.

"Kita sama-sama waktu itu khawatir masalah keselamatan kerjanya," kata Sandiaga. "Kalau dikejar target selalu seperti itu, ada aja prosedur yang terlupakan demi efisiensi waktu dan lain sebagainya."


Namun, PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pihak kontraktor pembangunan jalur LRT, membantah hal ini. Pihaknya mengungkapkan bahwa semua pembangunan sudah sesuai dengan prosedur. Meski mengakui memang sedang mengejar target, mereka tidak dengan sengaja membuat karyawan lembur.

"Kalau kejar target pasti, (tetapi) ini kecelakaan yang jarang terjadi," ujar Direktur Utama PT. Jakpro, Satya Heragandhi. "Kebetulan pekerjaan memang dilakukan dini hari pada saat traffic longgar. Jadi kejar target benar, tapi bukan secara khusus dilemburkan, enggak, tetapi karena pekerjaan dilakukan dini hari."

Robohnya blok beton jalur LRT ini tepatnya terjadi pada pukul 00:00 dini hari. Sejumlah saksi mengatakan bahwa pada malam itu cuaca di sekitar pembangunan jalur LRT memang sedang tidak baik.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait