Menuai Banyak Protes, Pergantian Jalan Mampang-Buncit Cuma Dibahas Internal?
Nasional

Banyaknya penolakan perubahan nama ini membuat Gubernur Anies Baswedan belum mengeluarkan persetujuannya.

WowKeren - Wacana perubahan nama Jalan Mampang-Buncit menjadi Jalan AH Nasution di Jakarta menuai banyak protes. Banyak warga Betawi juga para sejarawan merasa perubahan tersebut tidak perlu dilakukan. Mereka menyatakan bahwa perubahan nama tersebut hanya akan menghilangkan memori masyarakat Betawi pada sejarah nama jalan Mampang-Buncit.

Wacana ini pun sempat diprotes keras oleh Perkumpulan Betawi. Oleh karena itu, keputusan penggantian nama belum dikeluarkan sampai sekarang.

Terkait belum dikeluarkannya keputusan penggantian nama jalan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, membeberkan fakta mengenai masalah ini. Sandiaga mengungkapkan bahwa pembahasan perubahan nama tersebut baru melibatkan internal Pemprov DKI saja. Dirinya juga berjanji akan mengajak banyak pihak terlibat untuk membahas masalah ini.

"Jadi prosesnya selama ini rupanya dilakukan oleh internal saja," ujar Sandiaga. "Pak Anies (Gubernur DKI) berencana untuk mengajak semua yang di luar Pemprov juga. Akademisi, budayawan, para pemerhati juga, sejarah, untuk diajak bicara. Karena ini melibatkan begitu banyak elemen masyarakat."


Sandiaga sendiri mengaku sudah mengetahui masalah penolakan tersebut. Ia memastikan akan menampung semua usulan yang disampaikan warga dengan baik.

"Kita akan terbuka dan kita tidak akan terburu-buru," ungkap Sandiaga. "Pahlawan harus kita hargai. Tapi juga masukan dari semua pihak harus kita dengarkan."

Sebelumnya diketahui bahwa orang-orang dari berbagai profesi yang menamakan diri Perkumpulan Betawi telah memprotes usulan ini. Alasannya, nama Jalan Mampang dan Buncit Raya sudah menjadi memori kolektif masyarakat Betawi. Mereka menyampaikan petisi kepada Anies Baswedan untuk tidak menyetujui usulan perubahan nama jalan Mampang-Buncit.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait