Polisi nyatakan sudah buat tim khusus untuk menyelidiki berbagai kabar bohong dan ujaran kebencian yang banyak mewarnai media sosial jelang Pilpres 2019.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 26 September 2018 - 13:49 WIB
WowKeren - Kampanye hitam tengah menyerang Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Namanya diberitakan oleh sebuah situs beralamat skandalsandiaga.com terlibat dalam sejumlah kasus perselingkuhan dengan beberapa wanita. Saat ini, situs tersebut terpantau sudah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo).
Meskipun demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait beredarnya kampanye hitam jelang Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Melalui Subdit IV Bidang Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, polisi sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai akun pembuat situs tersebut.
"Pada prinsipnya polisi sudah tahu dan dari cyber crime sudah melakukan penyelidikan berkaitan dengan akun tersebut," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono pada Selasa (25/9). "Kita sudah komunikasi dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs tersebut.".
Sementara itu, polisi juga mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menindaklanjuti hal ini. “Kita akan netral, hukum tetap berlaku equal. Tunggu saja dulu jangan buru-buru," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, dilansir TribunNews pada Rabu (26/9).
Pihak kepolisian sendiri juga sudah membentuk tim khusus dalam menangani hal-hal serupa, yakni misalnya berita bohong, ujaran kebencian, dan sebagainya jelang Pilpres 2019. "Kan ada Satgas Nusantara telah bekerja setiap akun, setiap ujaran kebencian yang berbau SARA akan dilakukan upaya-upaya penindakan,” sambung Dedi.
Skandal perselingkuhan Sandiaga dengan beberapa wanita tersebut dibuat dalam sebuah artikel yang diunggah dalam situs skandalsandiaga.com. Artikel pertama diunggah pada tanggal 22 September 2018 yang lalu. Sandi dikabarkan kerap menjalin hubungan asmara dengan beberapa perempuan yang berstatus sebagai karyawan perusahaan swasta.
Di sisi lain, beberapa pihak menduga bahwa kasus ini sengaja dibuat oleh tim tim pendukung Sandiaga sendiri. Diketahui, pola yang sama juga pernah dilakukan Donald Trump saat pemiliha Presiden AS.
(wk/silm)