Perumahan Balaroa Amblas Ditelan Bumi Sedalam 20 Meter, Ini Kisah Memilukan Warga Temukan Jenazah
Twitter
Nasional

Perumahahan Balaroa, Palu dikabarkan amblas hingga ditemukan jenazah bayi dan banyak mayat masih tertimbun.

WowKeren - Warga kelurahan Balaroa masih melakukan evakuasi terhadap korban gempa Palu serta mengamankan harta benda di rumah masing-masing.

Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) kemarin telah meninggalkan duka yang mendalam. Setelah beberapa saat, gempa juga diumumkan BMKG terjadi di Palu. Kali ini, gempa berkekuatan 5,9 SR tersebut tidak memiliki potensi tsunami.

Kabar terbarunya, jumlah korban tewas sudah mencapai 832 orang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Selain terjadi penjarahan minimarket dan pembakaran rutan Donggala, Perumahan Nasional Balaroa di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Palu menjadi rata dengan tanah. Dikabarkan sebanyak 90 orang dikabarkan hilang dan 26 orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Diperkirakan masih banyak korban yang belum dievakuasi yang terkubur di antara rerhuntuhan rumah, lumpur dan air di lokasi kejadian.

Camat Balaroa, Rahmatsyah, mengatakan di Perumnas Balaroa tercatat ada 400 kepala keluarga berisi sekitar 4.000 jiwa yang terdapat di 17 RT dan 3 RW di perumahan tersebut.

"Kami belum bisa memastikan berapa banyak korban yang tertimbun. Kalau yang melaporkan hilang sudah 90 orang. Yang sudah kami kuburkan 26 orang," kata Rahmatsyah.


Balaroa Amblas

Bottom-INFO

Rahmatsyah juga memaparkan hingga kini sudah tercatat 90 warganya sudah dipastikan tertimbun reruntuhan bangunan. Mirisnya, hingga kini jenazah-jenazah tersebut masih belum dapat diangkat lantaran terkendala alat-alat berat.

"Ada 90 sampai 100-an orang sudah dipastikan meninggal dunia berdasarkan laporan warga, diperkirakan masih banyak lagi korban," lanjut Rahmatsyah. "Ratusan bahkan ribuan warga tertimbun yang tidak bisa kita angkat."

Lebih lanjut, hingga pagi ini Senin (1/10), hari keempat pasca gempa, dikabarkan belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah. "Penanganan sampai sekarang dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat belum ada sama sekali yang hadir, kami butuh sekali logistik, tenda, air, kantung mayat, sepertinya mayat ada ratusan," lanjut Rahmatsyah.

Relawan ormas FPI turut membantu mengevakuasi jenazah korban. Dikabarkan banyak rumah penduduk ambruk sekitar 20 meter dan diperkirakan ada ratusan mayat tertimbun. Lebih menyedihkan lagi, pada Minggu (30/9) kemarin, para relawan FPI tersebut mengevakuasi jenazah bayi. Terlihat salah seorang relawan menggendong jenazah bayi tersebut diiringi pembacaan doa dari relawan-relawan lainnya.

Sementara itu, pencarian korban di Perumnas Balaroa saat ini masih terus dilakukan. TIM SAR gabungan saat ini masih melakukan evakuasi manual. Keadaan tanah yang labil dan berlumpur menjadi kendala tim gabungan melakukan proses evakuasi.

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait