Tertimbun Dalam Kubangan Lumpur Selama 2 Hari, Korban Gempa Palu Ini Peluk Jasad Ibunya
Twitter
Nasional

Tim SAR Kalimantan Selatan ini berhasil mengevakuasi seorang remaja yang telah tertimbun kubangan lumpur selama 2 hari akibat gempa Palu.

WowKeren - Tepat pada Jumat (28/9) kemarin, gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Setelah beberapa saat, gempa juga diumumkan BMKG terjadi di Palu.

Pada Minggu (30/9) kemarin, jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Donggala-Palu, Sulawesi Tengah telah mencapai angka 832 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan di Palu hingga terjadi penjarahan minimarket hingga pembakaran rumah tahanan di Donggala. Bahkan, perumahan Balaroa di Palu dikabarkan amblas ditelan bumi dan masih banyak korban tewas tertimbun tanah yang belum bisa terselamatkan.

Pada Minggu (30/9) sekitar pukul 22.30 WITA, TIM SAR gabungan Kalimantan Selatan berhasil menyelamatkan seorang remaja, warga Perumnas Balaroa. Remaja berusia 17 tahun bernama Nurul tersebut telah tertimbun di kubangan lumpur di tengah reruntuhan bangunan selama 2 hari.


Aksi penyelamatan TIM SAR tersebut berlangsung dramatis dibantu oleh warga sekitar. Mirisnya lagi, saat ditemukan, setengah badan Nurul tengah terjebak di kubangan lumpur sambil memeluk jasad ibunya. Rupanya, ia dapat bertahan hidup lantaran terus diberi makanan dan minuman oleh keluarganya. Setelah dievakuasi, Nurul dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dirawat secara intensif.

Sementara itu, pencarian korban di Perumnas Balaroa saat ini masih terus dilakukan. TIM SAR gabungan saat ini masih melakukan evakuasi manual. Keadaan tanah yang labil dan berlumpur menjadi kendala tim gabungan melakukan proses evakuasi.

Camat Balaroa, Rahmatsyah memaparkan hingga kini sudah tercatat 90 warganya sudah dipastikan tertimbun reruntuhan bangunan. Mirisnya, hingga kini jenazah-jenazah tersebut masih belum dapat diangkat lantaran terkendala alat-alat berat.

"Ada 90 sampai 100-an orang sudah dipastikan meninggal dunia berdasarkan laporan warga, diperkirakan masih banyak lagi korban," lanjut Rahmatsyah. "Ratusan bahkan ribuan warga tertimbun yang tidak bisa kita angkat."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait