GNR akan Gelar Aksi Damai Tuntut Bawaslu Coret Prabowo-Sandiaga dari Pilpres 2019
Instagram/sandiuno
Nasional

Rencananya, Garda Nasional untuk Rakyat akan melakukan aksi tuntut Bawaslu coret nama Prabowo dan Sandiaga dari Pilpres 2019 pada pukul 11.00 WIB nanti.

WowKeren - Baru-baru ini publik Indonesia digegerkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh aktivis Ratna Sarumpaet. Kasus ini bahkan menimbulkan kepanasan dari beberapa kubu pendukung capres dan cawapres 2019.

Semakin memanas, Ratna justru akhirnya mengaku bahwa apa yang ia akui sebagai penganiayaan adalah kebohongan semata. Ratna mengatakan bahwa awalnya ia terpaksa berbohong untuk mengelabui anak-anaknya soal operasi sedot lemak di pipi yang ia lakukan. Namun, kebohongan tersebut malah berkembang menjadi kasus penganiayaan dan diamini oleh kubu pemenangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Merasa telah menimbulkan keresahan banyak pihak, Ratna akhirnya meminta maaf kepada Prabowo dan juga timnya. Berjanji akan memperbaiki sikapnya, Ratna juga meminta maaf kepada Amien Rais yang dengan sabar telah mendengarkan kebohongannya.


Ramai mendapatkan sorotan, pihak pendukung Joko Widodo, yakni Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), rencananya akan menggelar aksi damai di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Kamis (4/10) pagi ini. GNR akan menuntut Bawaslu untuk mencoret nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dari kancah Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Tuntutan tersebut dilakukan lantaran Prabowo dan Sandi dianggap telah ikut menyuarakan soal kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet. "Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR) menilai perbuatan Prabowo sangat memalukan. Juga berpotensi memecah belah kerukunan dan persatuan Republik Indonesia karena menebarakan kebencian," kata Sekjen GNR Ucok Khoir, seperti dilansir dari Detik pada (4/10).

Aksi GNR rencananya akan digelar pada pukul 11.00 WIB di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. "Ini penting, karena aksi Prabowo sebagai bapak Hoax Indonesia jelas sangat merugikan negara," pungkas Ucok.

Di sisi lain, banyak warganet menyayangkan aksi kebohongan yang dibuat oleh ibunda Atiqah Hasiholan tersebut. Awalnya, Ratna mengaku dianiaya oleh 2 hingga 3 orang laki-laki di Bandung. Ia pun mengatakan sempat berobat ke salah satu rumah sakit di Cimahi. Sayangnya, pernyataan Ratna tersebut rupanya hanya karangan belaka untuk mengelabui anak-anaknya.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait