Menurut polisi, Ratna sampai saat ini masih ditetapkan statusnya sebagai saksi terkait geger kebohongannya soal dianiaya.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 04 Oktober 2018 - 14:31 WIB
WowKeren - Pengakuan Ratna Sarumpaet yang menyatakan bahwa dirinya dianiaya oleh sejumlah orang hingga lebam, berujung panas. Ratna sebelumnya mengaku dianiaya pada Jumat (21/9) yang lalu di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung. Namun ternyata, pernyatannya tersebut hanyalah bohong belaka.
Ratna memberikan pernyataan bahwa pengakuannya soal dianiaya tersebut adalah karangan. Ia melakukan operasi plastik sedot lemak dan bohong soal dianiaya untuk mengelabui anaknya. Padahal, sejumlah orang sudah menyatakan dukungan besar kepada Ratna.
Meskipun telah melakukan kebohongan dan menggemparkan masyarakat Indonesia, Ratna ternyata bisa saja tak dijadikan tersangka. Menghargai permintaan maaf dan juga pernyataan resmi Ratna, polisi mengungkap alasan pihaknya masih hanya menjadikan Ratna saksi dalam kasus ini.
Polisi menyatakan bahwa Ratna memang berbohong. Namun, ia sebenarnya tidak turut menyebarkan kabar miring tersebut lewat media sosial. "Saya berterima kasih dan menghargai pernyataan Bu Ratna. Tapi karena ini sudah bergulir di masyarakat dan menimbulkan keresahan, maka yang bertanggung jawab adalah yang mengunggah berita itu di media sosial," ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto pada Rabu (3/10).
Setyo menyatakan bahwa sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengusutan lebih lanjut untuk mengetahui siapa orang pertama yang menyebarkan berita hoaks Ratna di medsos. "(Ratna) hanya sebatas saksi. Bisa ditelusuri secara jejak digital," lanjut Setyo.
Polisi sebelumnya juga sudah menjelaskan jika Ratna tak bisa dikenai UU ITE. Akan tetapi, ibunda Atiqah Hasiholan tersebut bisa dijerat dengan pelanggaran jenis KUHP lantaran telah memberikan pernyataan bohong dan merugikan kepada pihak pemenangan Prabowo Subianto.
Pihak Sandiaga Uno sebagai pasangan dari bakal Calon Presiden Indonesia, Prabowo, mengaku akan lapor kepada polisi. Namun, belum diketahui kapan secara pasti Sandi akan melaporkan kebohongan Ratna yang telah merugikan pihaknya ini. Masyarakat Indonesia saat ini banyak menuntut agar polisi bisa mengusut tuntas kasus ini.
(wk/silm)