Banyak dikaitkan dengan kegaduhan politik jelang Pilpres 2019, Koordinator Staf Khusus Presiden jelaskan reaksi Joko Widodo terhadap kasus Ratna.
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 05 Oktober 2018 - 08:48 WIB
WowKeren - Kasus kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet begitu menggegerkan publik Indonesia. Ratna sebelumnya mengaku bahwa ia dianiaya oleh sejumlah laki-laki pada Jumat (21/9) kemarin. Ia pun mendapatkan sejumlah dukungan dari beberapa politisi Indonesia, salah satunya adalah Prabowo Subianto.
Kabar mengenai penganiayaan Ratna ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Akhirnya, pada Ratna mengaku bahwa pernyataannya soal dianiaya adalah bohong semata. Ratna ternyata hanya melakukan operasi sedot lemak di pipi.
Pengakuan Ratna itupun mendapatkan respon dari Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Beliau ternyata sudah menaruh curiga jika Ratna memang berbohong sejak awal.
"Sejak awal saya sudah duga," ujar Jusuf Kalla ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Kamis (4/10) kemarin. "Karena tidak mungkin seorang Ratna Sarumpaet dianiaya tanpa berteriak."
Jusuf Kalla menambahkan bahwa Ratna sendiri merupakan seorang aktivis yang vokal dalam menyuarakan pendapatnya. Oleh karena itu, saat ia memilih diam dengan alasan trauma, hal itu justru menimbulkan kecurigaan bagi Jusuf Kalla. "Keadaan aman saja berteriak, apalagi kalau keadaan susah. Tidak mungkin tidak didengar orang," sambung Jusuf Kalla.
Di sisi lain, reaksi atas kegaduhan "drama" Ratna pun mendapatkan perhatian dari Istana. Namun, reaksi mengejutkan diberikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Meski mengetahui soal kebohongan Ratna, beliau tidak memberikan komentar apapun soal itu.
"Ya, episode sinetron Ratna heboh se-Nusantara, melibatkan banyak tokoh besar ya, tidak mungkin Pak Jokowi tidak mengetahuinya," ujar Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, Jakarta, pada Kamis (4/10). "Tapi kemarin, Pak Jokowi tidak terlalu memperhatikan. Enggak nanya-nanya soal itu ya."
Teten menjelaskan bahwa Presiden Jokowi saat ini masih terus fokus pada penanganan pasca gempa dan Tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah. "Mungkin, kepala serta isi hati Beliau sedang fokus ke penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang memang tidak mudah," lanjut Teten.
(wk/silm)