Jokowi disebut telah bertemu dengan Tito Karnavian, namun beliau tak menjelaskan mengenai apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:17 WIB
WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, politisi Amien Rais diketahui telah memenuhi undangan pemeriksaan polisi terkait keterlibatannya dengan kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Namun, Amien justru mengatakan akan membongkar sebuah kasus korupsi yang lama mengendap di KPK. Amien juga sempat menyuarakan permintaannya untuk Presiden Joko Widodo agar memberhentikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena diduga terlibat isu suap dan perusakan barang bukti.
Isu tersebut mencuat usai perkumpulan sejumlah media nasional yang terbentuk dalam IndonesiaLeaks merilis hasil investigasi mereka terkait adanya kasus korupsi yang melibatkan para penegak hukum. Mereka mengungkapkan kecurigaan adanya kerjasama untuk menutupi jejak kasus tersebut.
Senin 8 Oktober 2018, 5 media anggota IndonesiaLeaks merilis berita ihwal skandal korupsi daging sapi yang diduga menyeret Tito Karnavian, ketika itu menjabat Kapolda Metro Jaya. #IndonesiaLeaks#kpkjangantakut
— IndonesiaLeaks (@inaleaks) 11 Oktober 2018
Menanggapi kegaduhan isu korupsi dan perusakan barang bukti yang menyerang Kapolri Tito Karnavia, Presiden Jokowi mengatakan tak mau ikut campur. Ia memilih menyerahkan kasus tersebut pada penyelidikan KPK.
"Itu wilayahnya KPK, itu wilayahnya hukum, saya enggak mau ikut campur, intervensi hal-hal yang berkaitan dengan hukum," ujar Jokowi di Pondo Gede, Jakarta, pada Rabu (10/10) kemarin. "Kan dugaan toh? Baru dugaan, saya enggak mau intervensi, enggak mau ikut campur, itu wilayah hukum."
Presiden Jokowi sendiri dikabarkan sudah bertemu dengan Kapolri. Namun, beliau tidak menjelaskan mengenai hal apa yang mereka bahas dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Bogor tersebut. "Ya biasa (bertemu antara Presiden dan Kapolri)," jelas Presiden Jokowi.
Dalam keterangannya, IndonesiaLeaks menyatakan bahwa ada seseorang yang merusak barang bukti berupa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh penyidik KPK, Surya Tarmiani, pada 9 Maret tahun 2017 lalu. Tito disebut paling banyak mendapatkan uang dari Bos CV Sumber Laut Perkasa. Namun, BAP tersebut dikabarkan telah dirampas orang tak dikenal dan sudah dilaporkan ke Polsek Setiabudi. Namun, hingga saat ini pelaku perusakan tersebut belum ditemukan.
(wk/silm)