Mencekam, Beredar Video Detik-Detik Tsunami Terjang Pantai di Kawasan Selat Sunda
Instagram/sutopopurwo
Nasional

Video tersebut diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

WowKeren - Indonesia kembali berduka. Setelah gempa sempat melanda sejumlah daerah di Tanah Air, kini tsunami menerjang kawasan Selat Sunda. Gelombang air tinggi dilaporkan melanda kawasan Selat Sunda meliputi Banten, Serang dan sekitarnya pada Sabtu (22/12) malam.

Bencana tsunami ini membuat masyarakat sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri. Menurut kabar terbaru, hingga saat ini korban jiwa sudah mencapai 43 orang dan 584 lainnya menderita luka karena bencana tersebut.

Saat bencana terjadi, sejumlah warga mengabadikannya lewat video yang tersebar di sosial media. Video-video tersebut merekam suasana mencekam yang terjadi saat tsunami melanda pantai di kawasan Selat Sunda. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga sempat mengunggah video tersebut melalui akun Instagramnya.

Di salah satu video yang diunggahnya, tampak gelombang air menerjang daratan dari arah laut. Gelombang air tersebut membuat barang-barang ikut hanyut.

Bahkan terdengar suara panik sosok yang merekam peristiwa tersebut. "Astagfirullah..," ucap perekam video detik-detik tsunami melanda kawasan Selat Sunda tersebut.

Lihat postingan ini di Instagram

Benar, Tsunami Menerjang Pantai di Selat Sunda BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB. Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi. Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang. Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak. Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan). Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami. Dampak tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda. Dampak tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Data sementara hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data. Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan terpancing isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut. BNPB telah berada di lokasi bencana mendampingi BPBD. Bupati Pandeglang telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk penanganan darurat. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) pada


Selain itu Sutopo Purwo Nugroho juga mengunggah video yang menampilkan dampak bencana tsunami keesokan harinya. Video tersebut menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak dan berserakan akibat diterjang gelombang tsunami.

Sejumlah bangunan terlihat luluh lantak karena diterjang gelombang air pasang pada malam harinya. Di video itu juga terdengar warga sekitar masih berusaha mencari korban di tengah reruntuhan. Apalagi sejumlah pantai di kawasan Selat Sunda memang tengah ramai dikunjungi wisatawan saat bencana terjadi.

Melalui akun Instagramnya, Sutopo mengungkapkan bahwa daerah yang paling para terkena dampak tsunami ini adalah Pandeglang. Menurut Sutopo, dilaporkan ada 33 orang korban jiwa dari daerah Pandeglang.

"Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami," tulisnya. "Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang."

Lihat postingan ini di Instagram

*Update Dampak Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal Dunia, 584 Orang Luka-Luka dan 2 Orang Hilang* Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami. Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang. Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah. Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) pada

Selain itu Sutopo juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di daerah pantai untuk saat ini. "Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," tambah Sutopo.

Video yang diunggah oleh Sutopo ini juga ramai menuai respon dari netizen. "Ya alloh.ya robb...lindungi saudara kami," komentar akun @loverain_02k***. "Semoga semuanya diberi keselamatan amin," komentar akun @duwy_kitt***.

(wk/rays)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait