Video tersebut diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
- Raysa Septi Anggraini
- Minggu, 23 Desember 2018 - 11:18 WIB
WowKeren - Indonesia kembali berduka. Setelah gempa sempat melanda sejumlah daerah di Tanah Air, kini tsunami menerjang kawasan Selat Sunda. Gelombang air tinggi dilaporkan melanda kawasan Selat Sunda meliputi Banten, Serang dan sekitarnya pada Sabtu (22/12) malam.
Bencana tsunami ini membuat masyarakat sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri. Menurut kabar terbaru, hingga saat ini korban jiwa sudah mencapai 43 orang dan 584 lainnya menderita luka karena bencana tersebut.
Saat bencana terjadi, sejumlah warga mengabadikannya lewat video yang tersebar di sosial media. Video-video tersebut merekam suasana mencekam yang terjadi saat tsunami melanda pantai di kawasan Selat Sunda. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga sempat mengunggah video tersebut melalui akun Instagramnya.
Di salah satu video yang diunggahnya, tampak gelombang air menerjang daratan dari arah laut. Gelombang air tersebut membuat barang-barang ikut hanyut.
Bahkan terdengar suara panik sosok yang merekam peristiwa tersebut. "Astagfirullah..," ucap perekam video detik-detik tsunami melanda kawasan Selat Sunda tersebut.
Selain itu Sutopo Purwo Nugroho juga mengunggah video yang menampilkan dampak bencana tsunami keesokan harinya. Video tersebut menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak dan berserakan akibat diterjang gelombang tsunami.
Sejumlah bangunan terlihat luluh lantak karena diterjang gelombang air pasang pada malam harinya. Di video itu juga terdengar warga sekitar masih berusaha mencari korban di tengah reruntuhan. Apalagi sejumlah pantai di kawasan Selat Sunda memang tengah ramai dikunjungi wisatawan saat bencana terjadi.
Melalui akun Instagramnya, Sutopo mengungkapkan bahwa daerah yang paling para terkena dampak tsunami ini adalah Pandeglang. Menurut Sutopo, dilaporkan ada 33 orang korban jiwa dari daerah Pandeglang.
"Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami," tulisnya. "Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang."
Selain itu Sutopo juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di daerah pantai untuk saat ini. "Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," tambah Sutopo.
Video yang diunggah oleh Sutopo ini juga ramai menuai respon dari netizen. "Ya alloh.ya robb...lindungi saudara kami," komentar akun @loverain_02k***. "Semoga semuanya diberi keselamatan amin," komentar akun @duwy_kitt***.
(wk/rays)