Jadi Penyebab Tsunami Selat Sunda, BNPB Tegaskan Status Gunung Anak Krakatau Masih Waspada
Nasional

Kepala BNPB juga mengklaim bahwa Gunung Anak Krakatau masih bertumbuh, dengan pertambahan tinggi mencapai 4-6 meter per tahun.

WowKeren - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kembali memberikan informasi terbaru terkait bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Setelah mengumumkan jumlah korban tewas dan luka-luka, kini Sutopo mengabarkan status terkini Gunung Anak Krakatau.

Seperti diketahui, sebelumnya BMKG menyebut bahwa tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam ini terjadi akibat adanya dampak gabungan dua fenomena alam, yakni gelombang pasang tinggi karena cuaca dan erupsi Gunung Anak Krakatau. "Pertama itu gelombang pasang tinggi akibat cuaca dan kedua erupsi Gunung Anak Krakatau," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rachmat Triyono.

Terkait masalah ini, Sutopo Purwo Nugroho mengabarkan bahwa hingga sekarang status Gunung Anak Krakatau sendiri masih berstatus Waspada (level 2). Melalui akun Twitter pribadinya, Kepala BNPB ini juga menyebut bahwa erupsi masih terjadi, dan zona berbahaya berada dalam radius 2 km dari puncak kawah.

"Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23/12/2018. Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Juni 2018. Erupsinya tidak besar. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya di dalam radius 2 km. Jalur pelayaran di aman," cuit Sutopo.

Dalam keterangannya tersebut, Sutopo juga mengatakan bahwa hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Juni 2018, namun erupsi tersebut tidak besar. Dalam cuitan sebelumnya, Sutopo juga menginfokan bahwa aktifitas Gunung Anak Krakatau telah aktif selama 3 bulan terakhir, dan hampir setiap hari meletus. Sutopo juga mengklaim bahwa Gunung Anak Krakatau masih bertumbuh, dengan pertambahan tinggi mencapai 4-6 meter per tahun.

"Letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau selama 3 bulan terakhir. Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau meletus. Status tetap Waspada. Radius berbahaya 2 km dari puncak kawah. Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap pertumbuhan. Tubuhnya tambah tinggi 4-6 meter per tahun," kicau Sutopo.

Sementara itu, data terbaru menyebut bahwa ada peningkatan jumlah korban jiwa dalam bencana ini. Hingga saat ini, tercatat ada 281 orang tewas, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Sedangkan kerusakan fisik yang terjadi meliputi 611 rumah rusak, 69 hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu rusak.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait