Masih Keluarkan Asap Hitam Tebal, Status Gunung Anak Krakatau Waspada Level II
Nasional

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (PGA) mengabarkan sempat mendengar dentuman keras yang berasal dari Gunung Anak Krakatau.

WowKeren - Pasca tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Diketahui, salah satu penyebab tsunami yang menelan ratusan korban tersebut dikarenakan adanya longsoran dalam laut akibat peningkatan aktivitas gunung.

Hingga Selasa (25/12) dini hari, Gunung Anak Krakatau terpantau masih terus mengeluarkan asap tebal. Asap yang mengepul di kawah terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 300 hingga 600 meter di puncak kawah. Sementara itu, awan panas terlihat bergerak ke arah selatan. Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (PGA) juga sempat mengabarkan mendengar dentuman keras.

Aktivitas kegempaan juga masih terjadi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Data yang diambil dari Stasiun Sertung mencatat sejumlah tremor terjadi dengan amplitudo 9-35 mm.

Memantau dari kondisi tersebut, BMKG menetapkan status Waspada Level II terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pihak BMKG juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.


Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bekerja sama dengan pihak TNI untuk memantau langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sayang, ia belum bisa melakukan pemantauan langsung karena gangguan awan tebal yang menyelimuti Gunung Anak Krakatau.

"Kepala badan sejak kemarin juga berusaha untuk, bekerja sama dengan TNI mencoba melihat langsung di Anak Gunung Krakatau (Gunung Anak Krakatau). Tadi pagi sudah berhasil terbang, tapi sampai di sana ternyata masih tertutup awan," ujar Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya, pada Selasa (25/12). "Ini kami juga masih lihat perkembangan. Ini untuk kabar terkait dengan tsunami yang terjadi di Banten beberapa hari yang lalu."

Adanya bencana alam tsunami ini cukup membuat masyarakat cemas. Pasalnya, meski BMKG telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku hingga 25 Desember, masyarakat tak menyangka akan terjadi tsunami.

Terlebih pada saat itu, tengah berlangsung pula gathering PLN yang menghadirkan grup band Seventeen sebagai bintang tamu. Diketahui, dari semua personel Seventeen, hanya tersisa satu orang yang selamat, yakni Ifan sang vokalis.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait