PSI sebelumnya sempat menuai kontroversi lantaran mengeluarkan larangan poligami bagi kadernya.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 26 Desember 2018 - 09:50 WIB
WowKeren - Jelang Pilpres 2019, partai politik ramai-ramai menawarkan kelebihan masing-masing. Selain itu, berbagai kebijakan yang dikeluarkan masing-masing partai politik ini juga terus menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Setelah sebelumnya menuai polemik mengenai larangan bagi kader PSI untuk berpoligami, partai yang diketuai oleh Grace Natalie ini kembali mendapatkan kontroversi. Hal itu terkait instruksi yang diberikan PSI kepada para kadernya untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Instruksi tersebut berlaku bagi kader Nasrani maupun yang Muslim.
Instruksi ini langsung menuai sejumlah komentar dari beberapa partai lain. Menanggapi instruksi mengucapkan selamat Natal ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan komentarnya. Menurut mereka, alangkah lebih baik jika ucapan selamat Natal tersebut hanya dijadikan kesadaran personal saja. Tak perlu dipaksakan untuk semua kadernya.
Sementara itu, komentar dari senada datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rekan koalisi PSI ini menyayangkan adanya intruksi soal mengucapkan selamat Natal yang dikeluarkan. PKB menilai hal itu bisa menjadi bumerang bagi capres yang mereka usung, yakni Joko Widodo.
"Belum paham, tapi khawatir mengurangi simpatik," ungkap Wasekjen PKB, Daniel Johan seperti dilansir Detik pada Rabu (26/12). "Hal-hal yang kultur tidak perlu dipaksa dengan instruksi."
Sementara itu, PSI sendiri sudah menanggapi kontroversi mengenai pengucapan selamat Natal ini. Menurut mereka, instruksi tersebut hanyalah upaya bagi partainya untuk menciptakan budaya politik yang toleran. Selain itu, PSI juga ingin melawan propaganda terkait pengharaman ucapan selamat Natal yang ramai berhembus usai video Ma'aruf Amin mengucapkan selamat Natal menjadi viral.
Video Ma'aruf Amin mengucapkan selamat Natal itu dikaitkan dengan pernyataannya saat masih menjabat sebagai Ketua MUI. Ma'aruf diketahui pernah menyarankan umat Muslim untuk tak usah mengucapkan selamat Natal lantaran masih menjadi perdebatan.
Akan tetapi, MUI sudah buka suara dan memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, belum ada fatwa mengenai larangan pengucapan selamat Natal ini. Mereka hanya menerbitkan larangan untuk melakukan ritual ibadah agama lain.
(wk/silm)