Korban Tsunami Banyak Derita Gatal, Pengungsi di Pegunungan Lampung Belum Terjamah Bantuan
Nasional

Warga pesisir Pantai Kunjir, Lampung Selatan, mengungsi ke daerah pegunungan untuk mencari tempat yang aman.

WowKeren - Korban tsunami yang melanda Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu mengungsi ke daerah yang aman. Kebanyakan memilih untuk pindah ke dataran tinggi.

Begitu pula dengan warga di pesisir Pantai Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Mereka memilih untuk mengungsi ke daerah pegunungan dan mencari tempat aman.

Namun sayangnya, para pengungsi di pegunungan Lampung ini belum mendapat bantuan. Hal ini diungkapkan oleh Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"Dari awal sampai ujung lokasi bencana tsunami memang ada posko bantuan, cuma belum menjangkau semuanya," terang Tim Respon Lapangan Baznas Pusat, Gunawan, di Lampung Selatan, Rabu (26/12). "Kami pernah mengecek salah satunya di Pantai Kunjir, khususnya warga yang mengungsi ke pegunungan. Ternyata benar.

Warga di kawasan Pantai Sukaraja hingga ujung perairan Pantai Kunjir memang memilih mengungsi ke daerah pegunungan. Menurut Gunawan, warga telah mengungsi sejak Senin (24/12). Hal ini membuat para pengungsi kesulitan mendapat pasokan makanan.


"Itu juga yang menjadi faktor (penyebab mereka) tidak terjangkau bantuan bagi pengungsi," jelas Gunawan. "Karena, jika pengungsi membutuhkan makanan, maka mereka harus turun. Sedangkan relawan di posko-posko tidak ingin mengantarkan ke atas pegunungan."

Akhirnya, Baznas pun berencana untuk menambah satu posko bantuan di kawasan Pantai Kunjir dan Pantai Sukaraja. Dengan didirikannya posko tersebut, pengungsi diharap bisa mendapatkan kebutuhannya.

"Kita juga akan buka posko kesehatan di Pantai Sukaraja dan juga posko di Pantai Kunjir," terang Gunawan. "Kita akan mendirikan satu dapur umum."

Gunawan juga menyebut pihaknya akan memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan warga. "Kita juga akan memasok logistik langsung kepada warga untuk memastikan benar-benar sampai," jelas Gunawan.

Tim Baznas sendiri akan membantu warga yang mengalami masalah kesehatan selama berada di pengungsian. Apalagi, banyak pengungsi yang merupakan orang tua dan anak-anak menderita gatal-gatal.

"Kebanyakan orang tua dan anak-anak yang menderita ISPA dan gatal-gatal," tutur Gunawan. "Kita juga akan melihat realitanya, jika memang membutuhkan, kita juga akan memasok alat rumah tangga demi kebutuhan dapur umum."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait