Terkatung-katung di laut selama dua jam, salah satu benda inilah yang membuat Ifan Seventeen bisa selamat dari tsunami selat sunda.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Jumat, 28 Desember 2018 - 15:05 WIB
WowKeren - Ifan Seventeen menjadi satu-satunya yang selamat dalam grup band-nya saat tsunami selat sunda menerjang pada 22 Desember 2018. Dalam musibah itu, Ifan kehilangan tiga anggota Seventeen yakni Bani (bassist), Herman (gitaris) dan Andi (drummer). Ia juga kehilangan istri tercintanya, Dylan Sahara.
Kali ini, Ifan berbagi cerita tentang pengalamannya menyelamatkan diri dari hantaman gelombang tsunami tersebut. Melalui akun Instagram, pada Jumat (28/12) Ifan mengaku ada tiga penyelamat hidupnya saat itu.
Penyelamat pertama yang Tuhan kirimkan untuk Ifan yakni berupa kotak hitam. Selama dua jam terkatung-katung di lautan, Ifan terus bergelayut pada kotak hitam yang ditunjukkannya lewat foto unggahan ini.
"Sebenernya Allah mengirimkan tiga penyelamat waktu bencana kemarin. Yang pertama, kotak hitam ditengah yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawaku saat aku terkatung2 ditengah laut selama 2 jam, dengan jarak hampir 1km dari bibir pantai bersama 3 orang lainnya," tulis Ifan. "Walaupun sudah setengah mengapung, tapi masih mampu menjadi sandaran jari-jari kami saat kami benar2 kelelahan dan kehabisan nafas."
Sementara penyelamat kedua dan ketiga Ifan merupakan sosok dua pria yang sebelumnya tidak ia kenal. Mereka adalah Epi Soemarna dan Yusran. Selama di lokasi kejadian saat tubuhnya masih lemah hingga sehat, dua pria tersebutlah yang rela menawarkan bantuan pada Ifan. Bahkan mereka juga membantu menyebarkan data pada relawan mengenai ciri-ciri mendiang istri Ifan yang sebelumnya lama ditemukan.
"Yang kedua dan ketiga adalah mas @episoemarna (kanan) dan bang @yusrankiyut (kiri), pertemuan tak sengaja di tengah jalan dan di ruang igd rumah sakit, ditengah kebingunganku, tanpa kendaraan, tanpa arah, tanpa uang sepeserpun yang aku pegang waktu itu," lanjut Ifan. "Dengan keadaan yang tidak saling kenal, mereka dengan ikhlas memberikan waktu mereka 2 hari full, dari mengantarkanku kemanapun, memberikanku makanan, meminjamkan sarung dan pakaian, tas, obat2an, jaket yang mereka pakai saat aku kedinginan, menyebarkan data kepada relawan tentang ciri-ciri istriku, sampai memberikan support moril dalam proses pencarian istri dan drummerku selama disana. Mas Epi, bang Yusron, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mas Epi dan bang Yusron, ga akan cukup aku yang ngebales."
Terakhir, Ifan pun mengucapkan syukur atas kesempatan hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta. Ifan juga turut mendoakan pada pihak yang telah menolongnya serta para korban tsunami.
"Ya Allah ya Tuhanku, terimakasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan, semoga semua yang selamat selalu dalam lindungan Allah SWT," pungkas Ifan. "Dan semua yang telah wafat diterima disisiMu yang paling mulia ya Allah, Al-fatihah.."
(wk/inta)