Ifan Seventeen Akui Kecewa Kinerja BMKG: Kami Tidak Dapat Peringatan Itu
Selebriti

Ifan menyesalkan kinerja BMKG yang seharusnya memberikan peringatan kepada masyarakat sebelum terjadi bencana.

WowKeren - Hampir seminggu kejadian tsunami di Tanjung Lesung, Banten yang membuat publik terkejut. Satu-satunya personil grup band Seventeen yang selamat dari tsunami itu, Riefan Fajarsyah atau Ifan Seventeen sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepada media, Ifan mengatakan seharusnya BMKG bekerja lebih baik sesuai dengan fungsinya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Menurut Ifan, pihak penyelenggara dan pihak hotel juga tidak mendapat peringatan atau warning dari BMKG. Padahal pihak BMKG ketika ditanya oleh media nasional selalu mengatakan telah memberikan peringatan sejak 2 hari sebelumnya.

"Pada saat sebelum kejadian, kami tidak mendapat pemberitahuan apa-apa dari pihak BMKG," kata Ifan di sela-sela pengajian 7 hari meninggalnya sang istri, Dylan Sahara Puteri di kediamannya di Jl. Yos Sudarso, Jumat, 28 Desember. "Tapi pihak kami tidak ada yang dapat peringatan itu," lanjut Ifan menyesal.


Menurut Ifan, seharusnya BMKG menjadi pihak yang bisa mencegah terjadinya hal-hal seperti itu karena fungsi utamanya adalah memberikan peringatan kepada masyarakat akan ciri-ciri bencana yang dihadapi. "Bekerjalah sesuai fungsi, memperingati kami masyarakat terhadap ciri-ciri bencana yang dihadapi," sindir Ifan. "Tapi pihak BMKG pun usai kejadian bilang kalau bukan tsunami tapi dengan santainya bilang itu gelombang pasang. Harusnya BMKG ini tugasnya memperingati, tapi setelah kejadian pun tetap salah," imbuhnya.

Meski demikian, Ifan tidak ingin mencari kambing hitam atas musibah yang dialaminya. Dia pun berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. "Karena masyarakat di sepanjang teluk Sunda itu kan katanya jadi prioritas (penanganan bencana), nah ini prioritas aja bisa salah apalagi yang didaerah lain seperti apa nantinya," lanjut Ifan. "Harapan saya, BMKG harus bekerja sesuai dengan fungsinya," pungkasnya.

Ifan menjadi satu-satunya yang selamat dalam grup band-nya saat tsunami selat sunda menerjang pada 22 Desember 2018. Dalam musibah itu, Ifan kehilangan tiga anggota Seventeen yakni Bani (bassist), Herman (gitaris) dan Andi (drummer). Ia juga kehilangan istri tercintanya, Dylan Sahara.

(wk/dian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait