Konser Wanna One di Singapura Digugat, Begini Penjelasan Agensi
Musik

Agensi mengungkapkan jika mereka terkejut dengan adanya masalah ini.

WowKeren - Pada pertengahan 2018 lalu, Wanna One melakukan konser tur dunia yang bertajuk "One: The World". Tur ini dimulai di Seoul dari tanggal 1 sampai 3 Juni 2018. Dalam tur ini, Wanna One mengunjungi beberapa negara untuk melakukan pertunjukan, seperti Indonesia, Malaysia, dan sebagainya.

Namun rupanya hingga kini masih ada permasalahan tersisa yang berkaitan dengan konser Wanna One di salah satu negara tujuan, yakni Singapura. Konser Wanna One di Singapura sendiri diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2018 di Singapore Indoor Stadium.


Permasalahan konser Wanna One di Singapura bermula ketika salah satu perusahaan Taiwan, Infinity Color, yang melakukan investasi dalam konser Wanna One di Singapura mengajukan gugatan perdana. Gugatan ini ditujukan kepada perusahaan yang menangani konser Wanna One di Singapura, Tommy & Partners, terkait penyelesaian laba dalam konser tersebut. Menurut beberapa sumber berita, agensi Wanna One, CJ E&M Entertainment, yang bertanggung jawab untuk mengatur dan menangani konser Wanna One, telah menerima sertifikasi konten yang berkaitan dengan masalah ini.

Menanggapi kabar yang kurang mengenakkan ini, akhirnya CJ E&M Entertainment pun angkat bicara pada Kamis (10/1). Menurut salah seorang perwakilan pihak agensi, kedua perusahaan yang terlibat konflik sama sekali tidak memiliki hubungan kerja sama dengan mereka.

"Infinity Color Co., Ltd. dan Tommy & Partners adalah perusahaan yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kami," tutur perwakilan pihak agensi. "Satu-satunya perusahaan (di Singapura) tempat kami menandatangani kontrak adalah Applewood Creative."

Pihak agensi juga menyatakan keterkejutannya karena CJ E&M Entertainment dan Wanna One dibawa-bawa ke dalam masalah ini. Namun mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk memeriksa gugatan, karena penggugat telah melibatkan nama Wanna One.

"Kami terkejut ketika mengetahui bahwa Wanna One dan CJ E&M Entertainment dilibatkan ke dalam perselisihan hukum antara kedua perusahaan tersebut," terang perwakilan pihak agensi. "Tapi kami tetap akan memeriksa gugatan tersebut karena telah melibatkan nama Wanna One."

Sementara itu, Wanna One telah menyelesaikan kontraknya dengan anak perusahaan CJ E&M Entertainment, Swing Entertainment, pada 31 Desember lalu dan secara resmi bubar. Meski demikian, kesebelas member masih akan melakukan kegiatan bersama hingga akhir Januari mendatang. Selain untuk menghadiri beberapa ajang penghargaan, mereka juga masih akan menggelar konser final yang bertajuk "Therefore" pada 24-27 Januari mendatang.

You can share this post!

Related Posts