HBO Ungkap Jadwal Perilisan Musim Terakhir 'Game of Thrones', Catat Tanggalnya Berikut!
HBO
TV

Selain mengumumkan jadwal rilis, HBO juga membagikan cuplikan singkat seri terakhir 'GoT' ini.

WowKeren - Rasanya tak berlebihan jika "Game of Thrones" disebut sebagai serial televisi yang paling dinantikan pada tahun 2019 mendatang. Seperti yang diketahui, serial fantasi favorit HBO yang tayang sejak tahun 2011 ini dipastikan akan berakhir dalam satu musim lagi. "Game of Thrones" sendiri telah memasuki musim kedelapan sekaligus menjadi seri terakhir. Sekuel terakhir ini rencananya akan rilis pada tahun 2019 dan berlangsung selama enam episode saja.

Pada bulan November lalu, HBO telah mengumumkan bahwa seri terakhir ini dipastikan bakal diputar pada bulan April mendatang. Namun sayangnya, saat itu stasiun televisi favorit tersebut belum memberikan konfirmasi mengenai tanggal pasti penayangan serial paling ditunggu ini.


Berselang dua bulan, kini HBO akhirnya memberi kepastian pada penggemar. Melalui akun media sosial resmi, HBO mengumumkan bahwa seri terakhir "Game of Thrones" bakal dirilis pada 14 April mendatang. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan teaser baru yang dibagikan oleh stasiun televisi favorit tersebut.

Lihat postingan ini di Instagram

90 days, 23 hours, 55 minutes, 27 seconds

Sebuah kiriman dibagikan oleh HBO (@hbo) pada

Dalam cuplikan singkat ini, tampak Jon Snow (Kit Harington), Arya Stark (Maisie Williams), serta Sansa Stark (Sophie Turner) yang tengah berada di dalam Crypts of Winterfell. Ketiganya terlihat berjalan menyusuri sebuah lorong.

Namun menariknya, terdengar suara dari anggota keluarga Stark yang telah mati. Mulai dari Ned, Catelyn, hingga Lyanna Stark. Jon, Sansa, dan Arya kemudian berhenti di ujung lorong, di mana ketiganya melihat patung mereka masing-masing dan isyarat kehancuran. Setelahnya, tampak adanya angin berkabut menghampiri mereka, yang disinyalir sebagai sinyal kedatangan White Walkers.

Di sisi lain, sebelumnya HBO sendiri sudah lebih dulu membagikan cuplikan singkat dari sejumlah serial andalan mereka yang akan tayang tahun ini. Mulai dari "Watchmen", "Big Little Lies", "Euphoria", hingga serial yang paling dinantikan, "Game of Thrones".

Untuk "Game of Thrones" sendiri, cuplikan tersebut menampilkan pertemuan Sansa Stark dan Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) yang menuju Winterfell bersama Jon Snow. Pertemuan antara Sansa dan Daenerys ini diduga kuat menjadi konvergensi dari tokoh kunci "Game of Thrones" demi mempersiapkan diri menghadapi Night King dan pasukannya.

Sebelumnya, HBO sendiri sudah membagikan plot awal dari seri terakhir serial ini. Rupanya, serial yang diadaptasi dari buku karya George R.R. Martin tersebut tak akan dibuka dengan kelanjutan soal perkembangan Army of the Dead. Melainkan dengan konvergensi dari beberapa tokoh utama "Game of Thrones" di Winterfell. Musim terakhir ini juga akan mengeksplorasi bagaimana hubungan antara karakter yang berkembang bersamaan dengan persiapan mereka menghadapi Night King dan pasukannya.

Sekadar menyegarkan ingatan, di musim ketujuh tahun 2017 lalu, para karakter utama seperti Jon Snow, Daenerys Targaryen, Tyrion Lannister dan beberapa pemain kunci Westeros sedang menuju ke Utara. Ketiganya bertandang ke Winterfell, tempat Samwell Tarly dan tiga saudara Stark yang tersisa, yakni Sansa, Arya serta Bran yang tengah menanti kedatangan mereka.

"Musim 8 dibuka di Winterfell dengan episode yang berisi banyak kilas-balik ke garis besar cerita. Daripada (menggambarkan) prosesi saat Raja Robert tiba, cerita ini lebih tentang Daenerys dan pasukannya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah proses berbaurnya para karakter yang mendebarkan dan menegangkan - beberapa di antaranya belum pernah bertemu sebelumnya, banyak yang memiliki sejarah berantakan - karena mereka semua bersiap menghadapi invasi tak terelakkan terhadap Army of Dead," bunyi plot tersebut.

"Ini tentang semua karakter berbeda yang bersatu untuk menghadapi musuh bersama, berurusan dengan masa lalu mereka sendiri, dan menetapkan orang yang mereka inginkan menghadapi kematian tertentu," kata co-executive produser, Bryan Cogman.

Bryan juga mengklaim bahwa musim terakhir ini akan sangat emosional dari segi cerita. Tak mengherankan, karena seri ini menjadi puncak dari cerita "Game of Thrones" yang berlangsung selama hampir delapan tahun belakangan.

"Ini adalah musim akhir yang sangat emosional, menghantui, dan pahit, dan kupikir itu sangat menghormati apa yang George R.R. Martin mulai lakukan - yang membalik cerita semacam ini di atas kepalanya," pungkas Bryan.

You can share this post!

Related Posts